DENPASAR, BALI EXPRESS – Ekspor Bali rupanya masih bisa bernapas pada masa pandemi. Jika dilihat dari catatan sepanjang Juni, nilai ekspor barang Provinsi Bali ke luar negeri sebesar USD 32.257.489. Angka ini naik 25,24 persen dibandingkan dengan nilai ekspor bulan Mei 2020 (m-t-m) yang tercatat sebesar USD 25.756.676.
Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, Adi Nugroho mengatakan, secara year on year (dibandingkan catatan bulan Juni 2019), ekspor Bali bulan Juni 2020 tercatat turun sedalam -0,96 persen. "Secara kumulatif (Januari-Juni 2020) nilai ekspor Bali tercatat turun -24,53 persen dibandingkan periode Januari-Juni 2019," ujarnya Selasa (4/8).
Dilanjutkan Adi, jika diurutkan dari negara tujuan ekspor, nilai ekspor barang ke Thailand di bulan Juni 2020 tercatat naik paling tinggi hingga ratusan persen (406,12 persen), yang didominasi naiknya ekspor produk perhiasan/permata (HS 71). Dari sisi komoditas, peningkatan tertinggi tercatat pada ekspor produk benda-benda dari batu, gips, dan semen (HS 68) yakni setinggi 107,01persen (m-t-m), terutama ke negara Amerika Serikat senilai USD 216.083.
Nilai impor barang dari Singapura secara month to month tercatat naik paling tinggi hingga ribuan persen (1.131,34 persen), yang terutama disebabkan oleh naiknya impor produk bahan bakar mineral (HS 27). "Dari sisi komoditas, nilai impor mainan (HS 95) tercatat naik ratusan persen (989,10 persen), yang terutama dari negara Amerika Serikat senilai USD 91.312," paparnya.
Sementara itu, terkait perkembangan ekspor dan impor barang Provinsi Bali di tengah tekanan pandemi Covid-19 yang belum mereda, nilai ekspor barang Provinsi Bali ke luar negeri yang dikirim melalui beberapa pelabuhan di Indonesia pada bulan Juni 2020 tercatat sebesar USD 32.257.489, naik 25,24 persen dibandingkan nilai ekspor bulan Mei 2020 (m-to-m) yang tercatat sebesar USD 25.756.676. Jika dibandingkan dengan catatan bulan Juni 2019 (y-on-y), nilai ekspor bulan Juni 2020 tercatat turun sedalam -0,96 persen.
Editor : Nyoman Suarna