Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bus Trans Metro Dewata Masuk Ubud, Organda Gianyar Resah

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 21 November 2020 | 02:38 WIB
Bus Trans Metro Dewata Masuk Ubud, Organda Gianyar Resah
Bus Trans Metro Dewata Masuk Ubud, Organda Gianyar Resah

GIANYAR, BALI EXPRESS - Akhir Desember 2020 ini, sebanyak 29 bus Trans Metro Dewata akan melayani rute Ubung Denpasar - Batutulan Sukawati dan Ubud. 


Rencana tersebut membuat Organisasi Angkutan Daerah (Organda) Gianyar resah, karena terancam kehilangan penumpang. Terlebih saat ini jumlah penumpang memang sudah mengalami penurunan. 


Resahnya Organda Gianyar disebabkan bus yang merupakan program dari pemerintah pusat ini juga akan melayani penumpang umum. Terlebih dengan tarif bersubsidi, sehingga kelangsungan sopir angkutan umum terancam. Dan, setiap pembahasan operasional bus ini Organda Gianyar tidak dilibatkan. 


"Kami tidak menolak program ini, tapi kami juga harus dilibatkan dalam operasionalnya. Karena ini berkaitan dengan penumpang, supaya ketika bus ini masuk, masyarakat yang hidup dari ngangkut penumpang tidak dimatikan," jelas Ketua Organda Gianyar, Wayan Balik Semadi, Jumat (20/11).


Diungkapkannya,  program bus Trans Metro Dewata ini memang dirasakan bagus demi kemajuan moda transportasi di Kabupaten Gianyar.


Hanya saja, pemerintah juga harus memperhitungkan kelangsungan hidup para sopir angkutan umum. Karena mereka juga masyarakat Bali, khususnya Gianyar yang selama ini mendapat penghasilan dari mengangkut penumpang.


Pihaknya berharap pemerintah, dalam hal ini Dishub Gianyar, supaya melibatkan pihak terkait dengan masalah transportasi ini.


Sesuai data yang dihimpun di Dishub Gianyar, program Bus Trans Metro Dewata sudah dilaunching 7 September 2020, dan akan diujicobakan akhir Desember dengan 29 bus. Rutenya akan melintasi jalan protokol yang ada di Gianyar, khususnya  Ubung - Batubulan dan Ubud. 


Sementara Kepala Dishub Gianyar, Wayan Suamba menjelaskan tidak dilibatkannya Organda Gianyar dalam setiap pembahasan, dikarenakan ini merupakan program pusat.


Sedangkan di tingkat provinsi telah melibatkan Organisasi Bali, sehingga pihaknya berpikir bahwa Organda Bali yang seharusnya menyampaikannya pada Organda Gianyar. 


"Kami kan rapatnya di tingkat provinsi, dan setiap pembahasan juga diikuti Organda Bali. Jadi seharusnya merekalah yang menyampaikan ke tingkat DPC-nya.  Sedangkan pelayanan bus ini sangat terjadwal, tiap 10 menit jalan, berhenti 15 detik. Nantinya keberadaan bus ini juga bisa dilacak melalui aplikasi, sehingga masyarakat tau busnya dimana," imbuhnya.  



Editor : I Komang Gede Doktrinaya