Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perluas Jaringan, Kini MyRepublic Bisa Dinikmati Enam Wilayah di Bali

Chairul Amri Simabur • Selasa, 20 April 2021 | 14:24 WIB
Perluas Jaringan, Kini MyRepublic Bisa Dinikmati Enam Wilayah di Bali
Perluas Jaringan, Kini MyRepublic Bisa Dinikmati Enam Wilayah di Bali

BADUNG, BALI EXPRESS – Layanan internet dan tv kabel di Indonesia, MyRepublic, kini mulai membentangkan sayapnya di Pulau Dewata. Bali menjadi cabang ke-13 dari perusahaan jasa internet ini dan dapat dinikmati di enam kabupaten atau kota yakni Denpasar, Badung, Tabanan, Gianyar, Jembrana, dan Klungkung.


Chief Executive Officer (CEO) MyRepublic, Andrijanto Muljono mengatakan, untuk saat ini jangkauan daerah yang dapat difasilitasi oleh MyRepublic dilakukan secara bertahap. Dan enam wilayah tersebut merupakan daerah yang mampu dilayani. “Sampai saat ini, baru enam wilayah yang dapat dilayani. Seiring dengan berjalannya pengalaman masyarakat Bali mengenai MyRepublic nantinya akan diprioritaskan untuk menjangkau sampai ke seluruh pelosok desa di Bali,” ujar Andri saat peresmian cabang kantornya yang berlokasi di Jalan Sunset Road Nomor 108D, Kuta, Badung, Senin (19/4).


Bali dinilai strategis sebagai target selanjutnya MyRepublic. Hal ini lantaran dari jumlah populasi penduduk di Bali yang tercatat 4,3 juta jiwa, 70 persen di antaranya berada di usia produktif yakni 15 sampai 64 tahun. Yang mana, usia ini dinilai sebagai target pasar yang strategis. Pihaknya pula mengharapkan, pada tahun ini, dapat menjangkau 10 ribu pelanggan di Bali.


“Menurut kami itu adalah market yang sangat strategis untuk jaringan pemasaran dan penjualan kami di Bali,” katanya.


Sementara itu, Bali dilihat dari lokasinya tidak jauh dengan Pulau Jawa. Kondisi ini menyebabkan biaya koneksi intersisi dapat dikatakan cukup ekonomis untuk bisa menghadirkan layanan yang kompetitif. 


Menurut Andri, kendati di tengah pandemi Covid-19, bukan menjadi alasan untuk tidak membuka cabang MyRepublic di Bali. Sebab internet kini justru menjadi kebutuhan bagi masyarakat Bali untuk kembali menumbuhkan perekonomian.


“Kita semua melihat dampak yang paling besar dari Covid-19 di pariwisata. Turis berkurang baik luar maupun dalam negeri. Bali yang mengandalkan pariwisata sangat terdampak. Oleh karenanya kami merasa terpanggil untuk membantu masyarakat Bali kembali menggerakkan ekonomi melalui infrastruktur digital,” jelasnya.


Kendati dikatakan jumlah turis ke Bali berkurang, tetapi perdagangan oleh-oleh Bali keluar negeri tetap berjalan. Hal ini dilakukan melalui internet. Selain itu, kebutuhan anak sekolah juga saat ini melalui internet. "Semua kebutuhan primer itu sudah dilayani melalui internet, jadi internet ini suatu keniscayaan di masa pandemi ini. Maka hal ini sangat penting untuk masyarakat Bali,” katanya.


Sebelumnya, MyRepublic telah membuka cabang di sejumlah kota di Indonesia. Antara lain, Palembang, Medan, Jakarta, Bogor, Depok Tanggerang, Bekasi, Cibubur, Semarang, Malang, Surabaya dan Bandung. Untuk area Bali sendiri, My Republik memiliki tambahan homepass sebanyak 66.071. “Jadi di Bali sendiri, MyRepublic memiliki tambahan homepass sebanyak 66.071. Angka ini tentunya menambah total jumlah homepass di Indonesia yang cukup besar yaitu 1.018.000,” sebutnya.


Setelah Bali, rencananya MyRepublic akan membuka cabang selanjutnya di Cirebon, Kediri, Banyuwangi dan sekitar Jawa timur lainnya. Pembukaan cabang di berbagai wilayah tersebut dilatarbelakangi tingginya permintaan pelanggan. Yang mana, dalam seharinya sebanyak 6 ribu permintaan datang melalui website resmi mereka. Peningkatan sebanyak 6 ribu pelanggan tersebut sebagian besar untuk perumahan. Karena itu, internet tersebut dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, baik untuk sekolah, meeting online dan gamming.


“Justru dalam kondisi pandemi ini, kami merasa peningkatan kebutuhan itu sangat tinggi. Setiap hari ada 6 ribu pelanggan yang meminta untuk disambungkan internet di rumahnya,” tandasnya.(ika)

Editor : Chairul Amri Simabur