Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Cangkangnya Bisa Dimakan, Eka Jual Cemilan Kepiting Harga Kaki Lima

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 27 Oktober 2021 | 02:26 WIB
Cangkangnya Bisa Dimakan, Eka Jual Cemilan Kepiting Harga Kaki Lima
Cangkangnya Bisa Dimakan, Eka Jual Cemilan Kepiting Harga Kaki Lima

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kepiting merupakan makanan laut yang cukup digilai masyarakat. Namun, kesulitan dalam mengonsumsi kepiting adalah bagian cangkangnya yang keras sehingga tak bisa dimakan. Di Denpasar, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Utara, Denpasar Utara, ada ‘cemilan’ kepiting yang bisa dikonsumsi hingga ke cangkang bahkan capit-capitnya yakni Crabytos. Dikatakan cemilan, karena kepiting yang digunakan berukuran kecil atau anakan kepiting sehingga saat mengonsumsinya seperti menikmati makanan ringan.



Menurut Owner Crabytos, I Wayan Eka Sudharmawan, 30, Crabytos atau baby crabs crispy ini berdiri pada September lalu. Ia membuka usaha ini bermula dari melihat saudara dan iparnya yang menganggur selama pandemi ini. Karenanya ia dan saudaranya memutuskan untuk membuka usaha kuliner.



“Konsep awal kita memang melihat kondisi di Bali jarang (ada kepiting krispi), karena saya mengadopsi dari beberapa makanan dari luar. Contohnya seperti Thailand, bahkan kemarin sempat viral Jogjakarta dan Jakarta. Jadi saya pikir kenapa tidak coba di Bali saja. Dan ternyata respon masyarakat luar biasa,” ujar Eka saat ditemui di lokasi pada Selasa (26/10).



Usaha kuliner kepitingnya ini mulai buka pada pukul 15.00 Wita sampai pukul 22.00 Wita setiap harinya. Untuk kepitingnya sendiri, ia menggunakan jenis kepiting rajungan atau kepiting bakau. Yang mana dalam seharinya, ia bisa menghabiskan 6 kilogram sampai 10 kilogram kepiting. Kepiting-kepiting tersebut khusus didatangkan dari supplier luar Bali. “Jenis kepitingnya, dari nelayan sendiri mengatakan, ini jenisnya memang kecil-kecil. Jadi mirip seperti baby crab, nelayan bilang kepiting jenis ini cepat mati di laut, jadi kami menggunakan jenis kepiting ini,” jelas laki-laki asal Klungkung ini.



Bisa menghabiskan banyak kepiting, Eka mengungkapkan, omzetnya mencapai Rp 800 ribu sampai Rp 1,3 juta per harinya. Kendati demikian, kendala terbesar memang pada bahun bakunya yakni kepiting itu sendiri. “Terutama pada saat cuaca buruk, kami sempat tutup tiga hari karena tidak ada pasokan,” katanya yang juga sebagai akademisi di salah satu universitas swasta ini.



Dalam memasaknya, langkah pertama kepiting-kepiting tersebut ia rebus dengan rempah-rempah agar tidak berbau amis. Setelah direbus, kepiting dibaluri tepung, kemudian digoreng. Proses menggorengnya kurang lebih memakan waktu 10 sampai 15 menit. Sehingga kepiting dijamin tak berbau amis karena melewati dua kali proses masak.



Dikenal dengan makanan elit, Eka justru bisa menjual baby crabs crispy ini dengan harga kaki lima. Yang mana, untuk seporsi ia jual seharga Rp 10 ribu berisi 70 gram kepiting. “Kebetulan kami untuk bumbu, ada pakai bumbu tabur dan ada saosnya. Saosnya sendiri racikan sendiri, kami pakai tonkatsu saos ala Jepang. Jadi mirip dengan saos takoyaki,” terangnya.



Kedepannya, pihaknya berencana akan membuka cabang di Denpasar Timur. “Ada rencananya (buka cabang), ini kan daerah Denpasar Utara, kami ingin menyasar daerah Denpasar Timur,” katanya.

Editor : I Dewa Gede Rastana
#denpasar