DENPASAR, BALI EXPRESS - Pelabuhan Sanur kini tengah digeber secara intensif untuk pembangunannya sejak Desember 2020. Pelabuhan yang berlokasi di Pantai Matahari Terbit ini pun diharapkan ke depannya menjadi penggerak ekonomi Kota Denpasar.
Penggerak ekonomi yang dimaksud tersebut yakni berkorelasi dengan daerah tujuan wisata dari Denpasar menuju Nusa Penida, Lembongan ataupun Nusa Ceningan. Hal itu diungkapkan Mentri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meninjau pembangunan proyek ini pada Sabtu (30/10) sore lalu.
Budi Karya Sumadi mengungkapkan, Pelabuhan Sanur akan menciptakan konektivitas yang baik antara Sanur dengan Nusa Penida dan Nusa Lembongan yang juga disebut dengan kawasan segitiga emas.
"Sebelumnya kapal-kapal atau speed boat di Sanur berlabuh tanpa dermaga sehingga penumpang harus naik speed boat harus turun ke pantai dan basah kena air laut. Dengan adanya pelabuhan ini dapat meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan dan menjadi budaya baru dalam bertransportasi. Sanur akan hidup lagi sebagai destinasi wisata bersama dengan Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan," ujarnya Budi Karya Sumadi.
Pembangunan fasilitas Pelabuhan Laut Sanur dilakukan dalam periode tahun anggaran 2020-2022 dengan dana bersumber dari APBN dengan anggaran senilai Rp 398 miliar.
Saat ini progres pembangunan sudah mencapai sekitar 23,5 persen atau lebih cepat dari yang ditargetkan yaitu sekitar 15,6 persen. Pembangunannya diharapkan selesai pada awal Mei 2022 atau bertepatan dengan libur lebaran, sehingga di masa libur tersebut, orang-orang sudah bisa memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk berlibur maupun bersembahyang bagi masyarakat sekitar ke Nusa Penida atau Nusa Lembongan.
Sementara Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemerintah pusat atas dibangunnya pelabuhan Sanur. Dimana selama ini, masyarakat yang ingin menyebrang melalui Pantai Sanur memiliki banyak keluhan dalam faktor resiko. Dengan adanya pembangunan pelabuhan ini, sudah menjawab semua keluhan resiko dari masyarakat di dalam penyebrangan.
Dan pelabuhan Sanur ini akan menjadi salah satu ikon baru Kota Denpasar, serta pertumbuhan ekonomi di sekitar pelabuhan juga akan ikut bergerak tentunya. Serta yang paling mendasar dalam pembanguan ini, masyarakat sekitar juga ikut dilibatkan dalam pembangujan ini dan batu-batu yang digunakan semua dari lokal Bali. "Jadi walaupun dalam masa pandemi ini, ekonomi di Bali masih bisa bergerak dengan keberadaan proyek pembangunan Sanur ini," ujar Jaya Negara.
Editor : I Putu Suyatra