DENPASAR, BALI EXPRESS – Berawal dari permintaan anaknya memelihara hamster, menjadi peluang usaha menjanjikan bagi Niti Kusuma, 29. Dari dua ekor indukan, kini ternak hamster milik Niti berkembang menjadi 800 ekor. Tak sampai di sana, ia bahkan bisa meraup omzet senilai Rp 1 juta per hari saat transaksi tengah ramai, dan Rp 500 ribu dalam kondisi sepi.
“Awalnya anak saya ingin pelihara hamster, terus akhirnya berpikir kok tidak dijadikan peluang usaha saja, karena kebetulan saya tidak bekerja dan sebagai ibu rumah tangga. Akhirnya coba-coba Maret 2021 buka ternak hamster, kok peminatnya banyak, jadi keterusan sampai sekarang,” terang owner Pradnya Hamster ini saat ditemui di lokasi, Jalan Waturenggong, Panjer, Minggu (5/11).
Dari 800 ekor tersebut, ia memelihara jenis syirian dan winter white lantaran dua jenis itu memiliki peminat lebih banyak. “Ada empat jenis hamster yakni roborovski, campbell, syirian dan winter white, tapi saya fokus ternak hamster jenis syirian dan winter white,” katanya.
Mulanya, perempuan asli Petang ini mendatangkan beberapa hamster dari Pulau Jawa. Namun belakangan karena sudah ramai peternak, ia menyuplai hamster-hamsternya dari peternak di Bali.
Peminatnya sendiri mulai dari kalangan anak-anak, remaja, bahkan sampai orang tua. Biasanya Niti menjual hamster ternakannya ke Pasar Satria, atau melalui media online seperti Instagram dan juga marketplace. Tak hanya di Bali, pembelinya pun juga ada yang berada dari luar Bali seperti Lombok, Banyuwangi, dan Madura. Untuk satu ekornya, ia jual mulai dari Rp 30 ribu sampai Rp 200 ribu bergantung jenis dan warna.
Niti mengaku, untuk merawat hamster tidaklah sulit. Pemelihara cukup mengganti alas seminggu sekali, bisa menggunakan alas pasir atau serbuk kayu. Hamster tidak boleh terkena air, dan hanya boleh dimandikan dengan pasir khusus. Sementara untuk pemberian pakan, hamster bisa diberi makan pagi dan sore hari. Makanan utama hamster berupa biji-bijian dengan makanan pendamping seperti kuaci atau sayur jenis toge, kol, atau wortel.
“Kendalanya paling di cuaca, hamster tidak tahan panas, jadi saya pasangin kipas angin. Hamster bisa gigit, tapi tidak semua. Hamster jenis campbell itu galak, suka gigit. Kalau mereka stress, biasanya jadi kanibal makan sejenisnya,” ungkap Niti.
Masa hidup seekor hamster selama dua tahun. Sementara masa berkembang biak hamster selama 15 hari. “Jadi selama 15 hari hamil, setelah itu melahirkan. Kalau sudah satu kandang, pasti kawin. Mereka ini termasuk cepat perkembangbiakannya,” kata dia.
Tidak hanya menjual hamster, Niti juga menyediakan pakan hamster mulai dari Rp 10 ribu, serbuk kayu dan pasir sebagai alas mulai dari Rp 5 ribu, dan kandang hamster mulai dari Rp 50 ribu.
Editor : I Dewa Gede Rastana