“Jadi di awal tahun sudah ada pertumbuhan yang cukup signifikan,” katanya, Minggu (17/4).
Jika dilihat dari segi usia, Agus Andiyasa mengungkapkan, kelompok usia 18-25 tahun tetap mendominasi usia terbanyak sebagai investor dengan nilai 37 persen. Kemudian usia 26-30 tahun sebesar 23 persen, usia 31-40 tahun sebesar 22 persen dan usia 41-100 tahun sebesar 18 persen.
“Kami berharap angka ini bisa terus meningkat apalagi kemarin ada GoTo yang sempat ramai juga. Mudah-mudahan bisa menyemarakkan pasar modal dan masyarakat jadi ingin lebih berinvestasi,” tuturnya.
Agus Andiyasa mengaku, jika dilihat dari data, ada dua komoditas saham yang kini tengah diminati. Yakni komoditas minyak dan gandum. “Investor sekarang kebanyakan larinya ke komoditas, terutama komoditas minyak dan gandum. Ini mungkin karena adanya perang Rusia dan Ukraina yang membuat harga meningkat, sehingga banyak investor yang tertuju ke dua komoditas tersebut,” terangnya.
Lebih lanjut disinggung terkait sejumlah kasus investasi yang tengah viral dan menyeret beberapa nama influencer seperti Indra Kenz dan Doni Salmanan, Agus Andiyasa berkomentar, hal tersebut menjadikan masyarakat semakin lebih waspada dengan adanya investasi bodong. Terutama untuk mengetahui cara mengindentifikasi investasi legal dan ilegal.
“Ini menjadi motivasi bagi kami untuk bisa lebih sering lagi memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjerumus ke investasi bodong,” tutupnya.
Editor : I Putu Suyatra