Guru Besar Pariwisata Universitas Udayana (Unud), Prof Dr Drs I Putu Anom B.Sc M.Par menilai, memang sudah sepatutnya kawasan Serangan diberdayakan dengan baik. Salah satunya melalui KEK Kura-kura Bali ini. Ia mencontohkan, seperti kawasan Tanjung Benoa yang telah dibenahi Pelindo dan lainnya, sehingga sangat apik menjadi tempat bersandar Cruise.
Pada prinsipnya, kata dia, sangat baik. Apalagi jika memang sudah ada pertimbangan-pertimbangan khusus dari pemerintah. “Memang harus dikembangkan secara khusus itu. Tetapi yang harus segara ditata atau dipindahkan adalah TPA Suwung, karena tempat ini kan masuk lingkup di sana,” katanya Rabu, (12/4).
Dikatakannya, TPA Suwung harus segera dipindahkan karena tampak kumuh. Terlebih di Denpasar dan Badung, telah memiliki TPS3R.
Ketua ICPI (Ikatan Cendekiawan Pariwisata iIndonesia) wilayah Bali ini menilai, KEK Kura-kura Bali ini nantinya sudah memiliki ciri khas, karena terkonsentrasi untuk konservasi penyu. “Untuk central, bahwa kita peduli pada pelestarian penyu khususnya. Jadi bagaimana kawasan ini berkembang, tapi tidak berkembang begitu saja, masyarakatnya juga harus ikut berkembang, karena bukan daerah Serangan itu saja, daerah sekitarnya juga perlu,” jelasnya. “Kita (sudah) punya Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) meliputi Sanur, Kuta dan Nusa Dua. Ini bersinergi jadinya dengan adanya KEK Kura-kura Bali,” imbuhnya.
Disinggung terkait apakah tidak semakin memberatkan wilayah Bali Selatan, pihaknya menepis hal tersebut. Sebab, menurutnya penetapan KEK Kura-kura Bali ini justru akan semakin mempercantik kawasan.
“Bukan ke sana arahnya (makin membludak), jadi penetapan itu artinya justru untuk ditata lebih bagus. Bukan berarti akan terus terkonsentrasi di situ. Jadi memang sudah perlu ditetapkan sebagai KEK, sama seperti Mandalika di Lombok,” ucapnya. “Wisatawan ditingkatkan, tetapi sarana dan prasarana kita kan harus bagus. Saya yakin pemerintah meningkatkan kunjungan wisatawan, kualitas wisatawan, dan meningkatkan fasilitas sarana dan pra sarana,” sambungnya.
Pada prinsipnya, ia menekankan, penetapan KEK Kura-kura Bali untuk mempercantik kawasan sesuai dengan potensi daerahnya. “Kalau sudah ditetapkan sebagai KEK, ada dianggarkan APBN, bisa digunakan dengan baik,” tuturnya.
Prof Anom berharap, agar KEK Kura-kura Bali dapat dikembangkan dengan baik sesuai dengan daya dukungnya. Disamping itu, diharapkan melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangannya. “Jangan sampai kita terpinggirkan,” tegasnya.