Hal itu diungkapkan Kepala Pasar Hewan Bebandem, I Ketut Parwata yang dikonfirmasi belum lama ini. Situasi itu diketahui melalui meningkatnya retribusi yang didapat setiap pasaran hewan disana. "Peningkatan sudah terjadi sejak setelah Idul Fitri," ungkapnya.
Selain retribusi, penjualan sapi juga dikatakan mengalami peningkatan. Rata-rata lonjakan terjadi sekitar 20-30 persen. Sebelumnya, penjualan berada di jumlah 50 persen. "Sekarang mencapai 75 persen. Lebih dari 70 ekor," tandasnya.
Dominasi sapi yang laku di pasar tersebut adalah bibit sapi betina. Sedangkan bibit jantan masih dibawah itu. Sedangkan untuk sapi potong jumlahnya tidak banyak. Salah satu penyebabnya diakui karena gudang pengiriman untuk itu langsung menyasar para peternak sapi. "Jumlahnya (sapi potong) paling kecil. Paling tidak ada 20 persen," pungkasnya. (dir)
Editor : I Komang Gede Doktrinaya