DENPASAR, BALI EXPRESS - Realisasi pertumbuhan ekonomi Bali didukung oleh terjaganya aktivitas pariwisata dan rendahnya basis perekonomian Bali pada triwulan I 2022 (low base effect).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Erwin Soerjadimadja mengatakan pertumbuhan ekonomi Bali naik ke posisi 22 sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi pada tahun 2022.
Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Bali pada 2021 berada pada posisi buncit.
Saat ini, Erwin menuju ekonomi hijau, Tangguh, dan Sejahtera. Karena ekonomi hijau merupakan tuntutan saat ini.
Menurutnya, saat ini di Eropa dan Amerika Serikat mulai mendorong ekonomi hijau.
“Yang bisa kita lakukan tentunya adalah sebuah langkah kecil. Kemudian langkah kecil ini bisa menjadi sebuah langkah besar,” katanya belum lama ini.
Adapun caranya, ia menilai, melalui dorongan penciptaan-penciptaan ekosistem untuk sustainable food, zero waste small industry.
“Saya rasa itu merupakan sebuah cara untuk kita terus mendorong ekonomi hijau. Di samping itu, Bank Indonesia juga dengan melalui kebijakan makroprudensialnya memberikan intensif untuk penyaluran kredit ke sektor hijau,” terangnya.
Tentunya dari sisi pemerintah daerah bisa didorong dengan regulasi ataupun dukungan-dukungan lainnya yang bisa mengembangkan sektor-sektor yang positif untuk mengembangkan ekonomi hijau.
“Tidak hanya pertanian hortikultura, tapi juga termasuk industri kendaraan listrik,” ucapnya.
Menurutnya bentuk insentif dari makropresial itu sebagaimana diputuskan di dalam rapat Dewan Gubernur BI, ada pembiayaan-pembiayaan ke sektor-sektor tertentu sehingga perbankan itu diberikan insentif.
“Jadi ada pembiayaan ke sektor tertentu pembiayaan ke sektor hijau dan juga pembiayaan yang mendukung untuk ekonomi inklusif seperti itu,” ungkapnya.
“Insentif ke sektor tertentu, dari sebelumnya 1,5 persen ke 2 persen total insentif ke bank penyalur. Kemudian ke pembiayaan inklusif itu dari 1 persen ke 1,5 persen, ke pembiayaan hijau itu 0,3 persen ke 0,5 persen. Ini insentif kepada bank penyalur,” imbuhnya.
Disinggung contoh sektor di Bali, Erwin menyebutkan, melihat bahwa sektor pariwisata otomatis itu terus dikelola, termasuk perlu memberikan perhatian kepada sektor pertanian, hortikulutra dan perikanan.
Lebih lanjut Erwin menjabarkan, pada triwulan I 2023, mayoritas lapangan usaha mencatatkan pertumbuhan positif. Pada triwulan I 2023, 15 LU telah tumbuh positif, dengan pertumbuhan tertinggi pada LU Utama berasal dari LU Akomodasi dan Makan Minum, Transportasi dan Pergudangan, serta Pengadaan Listrik.
Sementara itu terdapat 2 LU yang mengalami kontraksi yaitu Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan; dan Konstruksi.
Dalam upaya Nangun Sat Kerthi Loka Bali, juga berupaya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya, untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia, sakala-niskala menuju kehidupan krama yang berdaulat politik, berdikari ekonomi, dan berkepribadian budaya melalui Pembangunan Semesta Berencana.
Editor : I Putu Suyatra