Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bali Buka Rute Penerbangan Langsung ke Shanghai Setelah Tertunda Setahun!

I Putu Suyatra • Minggu, 21 Januari 2024 | 03:16 WIB

 

Jajaran Kemenparekraf dan Pemprov Bali saat menyambut kedatangan penumpang perdana Juneyao Airlines di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Badung, Sabtu (20/1/2024). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari
Jajaran Kemenparekraf dan Pemprov Bali saat menyambut kedatangan penumpang perdana Juneyao Airlines di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Badung, Sabtu (20/1/2024). ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

BADUNG, BALI EXPRESS - Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali meluncurkan peningkatan layanan penerbangan internasional dengan koneksi langsung ke Shanghai, Tiongkok, sebagai respons atas permintaan yang telah dinantikan selama satu tahun, seiring dengan rencana yang telah dirumuskan sejak tahun lalu.

Wisnu Sindhutrisno, Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), menyambut kedatangan maskapai Juneyao Airlines yang mendarat perdana dengan penerbangan dari Shanghai (PVG) ke Bali (DPS).

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran Juneyao Airlines ini, yang sudah lama kita tunggu-tunggu. Rencana ini telah kita susun sejak tahun lalu, dan setelah satu tahun penantian, akhirnya terwujud," kata dia di Badung, Bali, pada hari Sabtu.

Selain memperluas konektivitas antara Bali dan Shanghai, pembukaan rute oleh maskapai ini juga berpotensi menarik wisatawan dari berbagai kalangan di Tiongkok, karena menyediakan layanan ekonomi dan bisnis.

“Di Asia Tenggara, mereka hanya memiliki penerbangan ke Singapura dan Thailand. Juneyao Airlines adalah salah satu maskapai premium di Tiongkok dengan layanan penuh, dapat diakses oleh semua kalangan, tidak hanya kalangan reguler,” ungkap Wisnu.

Potensi dari penerbangan baru di Bandara I Gusti Ngurah Rai terlihat dari rencana mereka untuk meningkatkan jenis pesawat pada 1 Oktober 2024 mendatang, beralih dari Airbus A320-neo dengan kapasitas 164 penumpang menjadi Airbus Boeing 787-Dreamliner dengan 324 kursi.

“Kami sedang menjajaki kemungkinan untuk mendorong mereka agar terbang juga ke Jakarta dan Yogyakarta. Semoga kita dapat terus mendorong peningkatan konektivitas ke Indonesia, karena konektivitas kita baru pulih sebanyak 80 persen dari kondisi sebelum pandemi,” kata dia.

Co General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Aprizal, menambahkan bahwa Juneyao Airlines merupakan maskapai ke-13 yang melayani rute Tiongkok, sehingga totalnya menjadi 38 maskapai yang melayani rute internasional di Bali.

“Saat ini, rute ke Tiongkok di bandara sudah dilayani oleh beberapa maskapai, termasuk Xiamen Airlines dan China Eastern. Kami yakin potensi lalu lintas pesawat dan penumpang di rute Tiongkok ke depannya masih sangat terbuka dan tinggi, dan masih menyimpan peluang baru yang perlu digali bersama,” ujarnya.

Perlu diketahui, rute langsung Shanghai (PVG)-Bali (DPS) dengan menggunakan maskapai ini menjadi tambahan layanan internasional perdana di tahun 2024. Mulai hari ini, mereka akan mengoperasikan satu penerbangan per hari secara rutin.

Saat pendaratan perdana, Kemenparekraf beserta jajaran Pemprov Bali menyambut penumpang dari Tiongkok sekitar pukul 15.10 Wita. Mereka diberikan sambutan berupa hiburan, cenderamata, dan pengalungan bunga. (*) 

Editor : I Putu Suyatra
#Penerbangan #bandara i gusti ngurah rai #tiongkok #Langsung