BANGLI, BALI EXPRESS- I Gusti Ketut Anom mempertimbangkan secara matang sebelum memutuskan untuk menjadi Agen BRILink.
Sebelum menjadi salah satu Agen BRILink di Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, ia mencari informasi tambahan dari agen lain.
Langkah ini diambil karena ia awalnya merasa agak pesimis, mengingat usahanya dalam bidang dagang alat tulis kantor (ATK) yang menjadi kini juga menjadi gerai BRILink bersebelahan dengan kantor BRI Unit Kintamani.
“Kalau saya cari tempat lain, harus sewa tempat, belum lagi bayar karyawan,” tutur Ajik Anom-sapaan akrab I Gusti Ketut Anom ketika disinggung soal awal mula menjadi Agen BRILink, Kamis, 7 Maret 2024.
Berkat tekad yang kuat, ia akhirnya memutuskan menjadi agen Laku Pandai tersebut saat pandemi Covid-19 pada 2021.
Ia mengambil peluang pandemi dengan pertimbangan segala aktivitas masyarakat saat itu dibatasi untuk menekan penyebaran virus. Orang-orang dilarang berkerumun, termasuk transaksi di bank sangat dibatasi.
“Akhirnya saya mengajukan untuk menjadi Agen BRILink,” ungkap Ajik Anom.
Awal menjadi agen, ia menyiapkan saldo di bawah Rp10 juta. Ternyata, hasilnya di luar dugaan.
Hari Raya Nyepi bertepatan dengan pandemi Covid-19 menjadi menjadi permulaan yang baik.
Orang-orang silih berganti datang menarik uang untuk keperluan hari raya. “Uang sampai kurang. Rasa pesimis berubah menjadi optimis,” kisahnya.
Optimisme dipadukan dengan terus berinovasi agar Agen BRILink Anom Jaya menjadi menjadi alternatif masyarakat.
Ia terus menyampaikan kepada orang-orang terdekatnya bahwa BRILink merupakan inovasi BRI dalam rangka memberikan jangkauan yang lebih luas kepada masyarakat.
Di sana bisa transfer, tarik tunai, cek saldo dan lainnya. Pria berusia 58 tahun itu memastikan transaksi di tempatnya aman dan cepat. Begitu juga jam operasional dibuat fleksibel.
“Normalnya buka dari pagi sampai jam 10 malam, tapi kalau yang perlu konfirmasi terlebih dahulu, jam 11 masih oke. Pagi-pagi sekali, bisa,” katanya, meyakinkan.
Hal seperti ini membuat transaksi di agen tersebut terus naik. “Ada celotehan, Agen BRILink Anom Jaya itu BRI malam,” tuturnya, lalu terkekeh.
Ajik Anom menyebutkan, transaksi dalam sebulan bisa mencapai 1.000 kali dengan nilai transaksi tembus Rp3 miliar lebih.
Nilai transaksi itu diakuinya terbilang besar. Agen ini tidak hanya melayani orang-orang di sekitar Kintamani.
Tak sedikit sopir dari Pulau Jawa yang biasa mengirim barang ke Bali melintas di Kintamani menjadi pelanggannya.
Setelah barang tiba dan dibayar, para sopir ini memilih mengirim uang dalam jumlah besar itu ke bosnya lewat BRILink, ketimbang harus membawa sendiri kembali ke Jawa yang tentunya sangat berisiko.
Selain itu, banyak pelaku bisnis jual-beli jeruk di Kintamani tarik tunai di tempat tersebut lantaran uang masuk dari rekanan di luar Bali tidak menentu. Mereka tidak selalu sempat ke bank.
Di sisi lain, Ajik Anom juga tidak membatasi limit tarik tunai, mengingat saldo yang disiapkan saat ini cukup besar, yaitu mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu nasabah BRI Made Wiryawan,27, mengaku lebih sering tarik tunai di Agen BRILink.
Alasanya lebih simple. Jam operasional lebih lama ketimbang bank. Tak kalah penting lagi adalah BRILink tidak mengenal hari libur.
Seperti saat ditemui Minggu, 10 Maret 2024, hari itu sebenarnya hari libur dan dalam suasana Hari Raya Kuningan dan Nyepi umat Hindu, namun Wiryawan masih bisa tarik uang tunai pada sore hari di Agen BRIlink Anom Jaya.
“Selain itu, bank maupun ATM jauh dari tempat saya. Jadi saya langgan Agen BRILink, tapi bisa berpindah-pindah,” ujar pria asal Desa Manikliyu, Kecamatan Kintamani ini.
Dikutip dari data BRI, hingga Desember 2023 jumlah AgenBRILink sebanyak 740.818 agen.
Jumlah tersebut tersebar di 61.067 desa di seluruh wilayah di Indonesia Indonesia.
Sementara volume transaksi di Agen BRILink tercatat sebesar Rp1,43 triliun.
Direktur Bisnis Mikro BRI Supari pada suatu kesempatan mengatakan Agen BRILink selalu siap melayani kebutuhan masyarakat sekalipun dalam periode hari libur.
Hadirnya Agen BRILink dapat memudahkan aktivitas kehidupan masyarakat Indonesia melalui fitur-fitur yang sudah disediakan.
Fitur-fitur yang dapat dinikmati seperti pembayaran tagihan listrik, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, serta transaksi lainnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna