BANGLI, BALI EXPRESS- Kehadiran BRILink menjadi harapan baru bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.
Selain memudahkan transaksi perbankan, BRILink juga terbukti mendukung dan meningkatkan kondisi ekonomi para agen.
Seperti dirasakan Ni Ketut Bakti, Agen BRILink di Lingkungan Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Kabupaten Bangli, Bali.
Ibu muda ini sudah menjadi agen Laku Pandai sejak sekitar 2 tahun lalu.
Ia sangat menikmati menjadi Agen BRILink yang berpadu dengan warung kelontongnya.
Tak sekadar membantu transaksi perbankan warga sekitar, Bakti juga mendapatkan sharing fee dari BRI setiap transaksi yang dilakukan.
Dalam sehari Bakti bisa melayani 10-20 transaksi perbankan, seperti transfer, tarik tunai, pembayaran air, listrik dan lainnya.
Rata-rata penghasilan bersih dari menjadi Agen BRILink bisa menjadi Rp2 juta per bulannya.
“Awalnya itu ingin membantu warga dalam transaksi, karena kalau ke bank kan mereka perlu waktu,” tutur Bakti ditemui Sabtu, 23 Maret 2024.
Jam kerja bank sama dengan warga sekitar, membuat mereka susah mengatur waktu.
Belum lagi sampai di bank harus antre. Mereka juga harus berpakaian lebih sopan.
Selain itu, Bakti berpikir bahwa menjadi Agen BRLinik bisa menambah pemasukan.
Akhirnya, Bakti bersama suaminya memutuskan menjadi Agen BRILink. Ternyata benar, tak hanya bisa membantu warga dan mendapat fee, banyak nasabah transaksi sekali berbelanja di warungnya.
Bakti pun bersyukur, berkat BRILink dirinya tidak menjadi ibu rumah tangga biasa, namun bisa menambah pendapatan keluarga.
"Awalnya istri tidak bekerja, akhirnya berpikir buka warung dan jadi Agen BRILink. Hasilnya lumayan," ungkap Putu Rupawan, suami Bakti.
Salah seorang warga Sidembunut, Ngakan Made Mudana mengaku sudah langganan dengan Agen BRILink Bakti.
Hampir setiap dapat kiriman uang dari adiknya yang bekerja di kapal pesiar, ia melakukan penarikan di sana.
Alasannya sederhana. Transaksi di BRILink tidak ribet, tak perlu antre dan dekat dari rumahnya.
Biaya administrasi dari setiap transaksi tidak masalah baginya. "Kalau ke ATM atau bank di Kota Bangli perlu waktu, belum lagi bensin," ujar pria berusia 34 tahun itu.
Nasabah lain Dayu Rina yang beberapa kali transaksi perbankan di Agen BRILink juga mengungkap kemudahan transaksi di BRILink.
Katanya lebih santai. Pagi, siang maupun malam masih bisa terlayani. Tidak perlu antre. Ia juga tinggal menunggu sebentar agen mengoperasikan mesin EDC.
“Kalau mau transfer, tinggal kasih nomor rekening. Saya rasa keamanan transaksi di BRILink sama dengan bank, karena setiap transaksi sudah ada itu (struk transaksi,Red),” katanya.
Direktur Utama BRI Sunarso sebelumnya mengungkapkan bahwa kehadiran BRIlink merupakan upaya perseroan untuk menjangkau masyarakat lebih luas dalam rangka mendorong inklusi keuangan.
“Maka kemudian kita juga kembangkan jaringan kita jaringan kita yang tadinya berupa cabang yang kemudian kadang orang orang itu segan mau datang ke cabang mereka lebih senang datang ke tetangganya maunya ke warung, maka warung kita konversi menjadi cabang itulah yang kita sebut Agen BRILink,” ungkap Sunarso saa BRI Microfinance Outlook 2024 di Menara BRILiaN, Jakarta Selatan, Kamis 7 Maret 2024.
Saat ini BRI telah memiliki 741 ribu Agen Brilink tersebar di seluruh Indonesia dengan volume transaksi mencapai Rp1.400 triliun.
“AgenBRILink merupakan salah satu contoh bentuk strategi BRI bertransformasi untuk selalu menerapkan strateginya yang inline dengan concern pembangunan ekonomi nasional yang tidak hanya sekedar tumbuh tapi juga merata,” pungkas Sunarso. (*)
Editor : Nyoman Suarna