Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Agen BRILink di Bangli Bali dari Modal Minim Jadi Untung Maksimal

I Made Mertawan • Selasa, 23 April 2024 | 17:20 WIB
Agen BRILink di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali I Putu Alit Arta Yasa (kiri) melayani transaksi perbankan, Sabtu, 13 April 2024.
Agen BRILink di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali I Putu Alit Arta Yasa (kiri) melayani transaksi perbankan, Sabtu, 13 April 2024.

BANGLI, BALI EXPRESS- Pelaku UMKM di Kelurahan Kubu, Kabupaten Bangli, Bali, I Putu Alit Arta Yasa tidak pernah membayangkan akan menjadi seorang Agen BRILink.

Sebelum menjadi Agen BRILink, Arta Yasa sangat awam tentang transaksi perbankan.

“Pelan-pelan saya pelajari apa saja transaksi perbankan di BRILink ini. Akhirnya saya bisa mengerti teknologi juga berkat jadi agen ini,” tutur Arta Yasa.

Ia menceritakan bahwa memulai karir sebagai Agen BRILink setelah mendapatkan dana KUR untuk mengembangkan usaha warung.

“Saya termasuk sudah lama menjadi Agen BRILink, sejak sekitar tahun 2016. Awalnya ditawari oleh petugas BRI,” ungkap Arta Yasa ditemui Sabtu, 6 April 2024.

Arta Yasa yang pada saat itu kurang memahami transaksi perbankan dan Agen BRILink juga belum begitu dikenal, sebenarnya sempat ragu untuk menerima tawaran menjadi seorang Agen Laku Pandai.

“Modal juga saya sangat terbatas, karena untuk mengelola warung saja masih meminjam dana KUR BRI,” kisahnya.

Setelah diyakinkan bahwa menjadi Agen BRILink tidak akan mengganggu pekerjaan utamanya mengelola warung, bahkan dapat memberikan keuntungan tambahan melalui fee, ia akhirnya mantap menerima tawaran tersebut.

Modal awalnya sekitar Rp3 juta. Ternyata hasilnya di luar ekspektasi. Modal yang minim, namun hasilnya maksimal.

Meskipun tidak menjelaskan pendapatan awal saat menjadi agen, Arta Yasa bersyukur bahwa hasilnya dapat menambah penghasilan keluarganya.

Bahkan seiring berjalannya waktu, ia tidak hanya mendapat tambahan penghasilan dari fee setiap transaksi perbankan, tetapi juga penjualan di warungnya meningkat. Banyak nasabah yang juga berbelanja di warungnya.

Hasil penjualan di warung dan fee transaksi BRILink bisa digunakan untuk menambah modal BRILink yang kini sudah mencapai Rp20 juta.

“Bagi saya, BRILink ini sampingan yang menguntungkan dari sisi bisnis dan bisa membantu masyarakat,” tegasnya.

Oleh karena itu, Arta Yasa tidak pernah mempertimbangkan untuk berhenti menjadi Agen BRILink, meskipun jumlah transaksi saat ini tidak sebanyak sebelumnya.

Penurunan transaksi dianggap wajar karena semakin banyaknya Agen BRILink di wilayah tersebut. Setahun dia, ada tiga Agen BRILink di Kelurahan Kubu.

Setelah menjalani profesi ini dalam waktu yang lama, Arta Yasa juga menyadari bahwa fee bukanlah fokus utamanya lagi.

Dia akan merasa bangga dapat mempermudah nasabah dalam melakukan transaksi perbankan.

"Saat ini, rata-rata sekitar 100 transaksi setiap bulan. Yang paling banyak adalah transfer, pembayaran kredit KUR, tarik tunai," ungkapnya.

Penghasilan yang didapat dari transaksi sekarang mencapai Rp2-3 juta per bulan.

I Nyoman Madiasa, salah satu nasabah BRI yang sudah langganan BRILink menyampaikan beberapa kemudahannya.

“Dari segi waktu sangat dimudahkan.  Lebih dekat ketimbang cari ATM atau bank. Saya tidak perlu antre,” katanya.

Guru SD di Kabupaten Bangli ini menegaskan bahwa setiap bulan transaksi perbankan di BRILink, bahkan bisa lebih dari sekali.

“Saya nasabah KUR, bayar kredit ya di BRILink. Tarik tunai, transfer juga sama biar lebih cepat,” tegas Madiasa.

Berdasarkan data, jumlah Agen BRILink di Indonesia mencapai 796 ribu agen. Jumlah itu tersebar di 75 ribu desa di Indonesia.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan semakin banyak jumlah tersebut menunjukkan bahwa Agen BRILink memiliki peranan yang sangat penting dalam menggerakkan roda perekonomian serta kehidupan masyarakat.

BRILink dapat melayani kebutuhan harian masyarakat di antaranya seperti pembayaran tagihan listrik, air, iuran BPJS, telepon, pembelian pulsa, pembayaran cicilan, top-up BRIZZI, setoran pinjaman, tarik tunai, memberikan layanan referral pembukaan rekening tabungan BSA maupun pinjaman dan transaksi lainnya.

 “Melalui kehadiran Agen BRILink, masyarakat tidak perlu lagi ke bank untuk bertransaksi, namun dapat ke Agen BRILink yang lokasi lebih dekat,” katanya. (*)

 

 

 

 

Editor : Nyoman Suarna
#bali #bangli #BRILink #BRI