BALIEXPRESS.ID- Hasil panen kopi robusta di Pupuan pada periode akhir tahun 2024 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2023.
Peningkatan hasil panen ini juga diikuti dengan masih stabilnya harga kopi di tingkat petani.
Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kabupaten Tabanan, Wayan Dira, menyebutkan, harga kopi di tingkat petani masih stabil dan menguntungkan petani. Kisarannya dari angka Rp 50 ribu per kilogram sampai dengan Rp 80 ribu per kilogram.
“Harga kopi di tingkat petani mengalami kenaikan yang signifikan sejak awal bulan Mei lalu. Saat itu kenaikannya lebih dari 100 persen, atau naik menjadi Rp 60 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp 20 ribu -30 ribu per kilogram,” jelasnya Selasa (22/10).
Pada musim panen periode akhir tahun 2024 ini, Dira mengaku, perkebunan kopi di Kecamatan Pupuan mengalami kenaikan produksi yang signifikan jika dibandingkan dengan produksi kopi tahun 2023 lalu.
Saat ini volume panen mengalami peningkatan hingga 70 persen. Sebelumnya, per satu hektar perkebunan kopi hanya menghasilkan sebanyak 4-5 kuintal kopi.
Namun pada periode panen tahun 2024, per hektarnya bisa menghasilkan biji kopi sebanyak 1,3 ton.
“Jika dilihat sejak tahun 2019 lalu, volume panen kopi di tahun 2024 ini merupakan volume panen paling baik. Karena sejak tahun 2019 lalu, petani kopi robusta mengalami penurunan panen. Satu hektarnya hanya mampu panen sebanyak 4 kuintal,” lanjutnya.
Dengan adanya peningkatan volume panen dan tetap stabilnya harga kopi di tingkat petani, Dira optimis pasar kopi robusta Pupuan semakin luas.
Apalagi, diakuinya, produksi kopi nusantara sejak tahun 2023 lalu mengalami penurunan.
“Selain kami tetap optimis pasar kopi Pupuan akan menjadi lebih baik, meningkatnya harga kopi juga membuat para petani bisa lebih berhati-hati dalam proses panennya. Karena harga jenis red cherry (petikan merah) cukup tinggi,” ungkapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Tabanan, Sintha Oktaviani mengakui bahwa petani kopi di Tabanan sedang panen raya. Bahkan hasilnya pun meningkat.
Menurut data, luas pertanian kopi di Tabanan mencapai 9.584,87 hektar. Terbesar berada di Kecamatan Pupuan atau wilayah Selemadeg Raya, dengan produksi kopi mencapai 5.589,12 ton.
”Dari beberapa laporan awal, produksi kopi meningkat karena cuaca yang sedang mendukung," ungkapnya.
Editor : Nyoman Suarna