Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Presiden Minta Harga Tiket Pesawat Turun Sebelum Nataru, ASITA Bali Beri Tanggapan

Rika Riyanti • Rabu, 20 November 2024 | 00:50 WIB

Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali, Putu Winastra. Ist
Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) Bali, Putu Winastra. Ist

 

 

BALIEXPRESS.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, telah menginstruksikan jajaran kementerian untuk menurunkan harga tiket pesawat sebelum libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025.

Hal ini disampaikan Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (16/11).

Menanggapi arahan tersebut, Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menyampaikan harapannya agar kebijakan ini dapat segera direalisasikan demi mendorong pergerakan wisatawan domestik ke Bali.

Baca Juga: Ngeri, Barang Bukti dari Pabrik Narkoba Hasis-Happy Five di Bali Hampir Seperempat Ton

“Sebenarnya harapan kita, penurunan harga tiket domestik ini kan sudah dari lama kita harapkan sehingga pergerakan wisatawan domestik bisa lebih banyak. Kan faktanya ke luar negeri, ke Asia, lebih murah daripada ke Bali. Jadi justru kita berharap ini bisa terealisasi dengan baik,” ujarnya, Selasa (19/11).

Winastra menambahkan bahwa tingginya harga tiket pesawat domestik menjadi salah satu kendala bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Bali atau destinasi lainnya di Indonesia.

“Ketika hal itu (penurunan harga tiket) tidak terjadi, maka tentu calon wisatawan yang akan melakukan kunjungan ke pulau lain yang bisa ditempuh dengan kendaraan mereka lakukan. Kalau harga tiket mahal, mereka sekeluarga kan akan membengkak bajetnya,” jelasnya.

Baca Juga: Program Punia Piodalan dan Ngaben/Ngeroras Massal Dana-Swadi Diapresiasi Warga

Ketika ditanya tentang langkah yang akan diambil ASITA jika harga tiket pesawat tidak turun, Winastra mengatakan pihaknya akan tetap menawarkan paket wisata khusus.

Namun, ia menegaskan bahwa harga tiket pesawat adalah komponen penting dalam memobilisasi wisatawan domestik.

“Tentu kita kan jualan paket tetap kita lakukan dengan harga yang khusus. Komponen dari airlines itu kan sebenarnya partner kita. Dari luar Bali sudah menyiapkan, itu juga dari Bali kalau mereka mau keluar ya tentu ada beberapa destinasi yang kita tawarkan. Kalau memang keluar, misalnya ke Jawa Timur, kita akan tawarkan,” katanya.

Baca Juga: Rangkaian Karya Pura Agung Jagatnatha Denpasar, Bhakti Penganyar OPD Pemkot Denpasar Berlangsung hingga 22 November

Ia juga menyoroti target pemerintah untuk mendorong pergerakan wisatawan domestik tahun ini.

“Idealnya pemerintah harus melakukan penurunan harga tiket sehingga orang yang bepergian dari satu tempat ke tempat lain, bisa lebih mobilisasinya bisa lebih banyak,” tambah Winastra.

Terkait pembukaan rute baru oleh maskapai, Winastra menyebut langkah tersebut positif, tetapi tetap bergantung pada harga tiket yang kompetitif.

Baca Juga: Peningkatan PAD 2025 Senilai Tiga Puluh Miliar, Jadi Langkah Strategis Menuju Pembangunan Berkelanjutan di Buleleng

“Efektif atau tidak, sebenarnya kalau harga tiket tidak kompetitif itu akan susah untuk kita menjual ke wisatawan domestik. Jadi komponen harga tiket ini memegang peran yang sangat luar biasa. Ya kalau mereka bepergian sendiri mungkin, tapi kalau bergrup kan luar biasa (bajetnya),” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar pembukaan rute baru disertai dengan tiket promosi untuk menarik minat masyarakat.

“Ada rute baru ini bagus, tapi dalam konteks bagaimana mem-branding destinasi baru. Memang lagi-lagi faktor tiket memberikan pengaruh yang besar. Harapannya jika ada pembukaan rute baru, justru akan ada tiket promo ke sana sehingga masyarakat tertarik ke sana,” tutupnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #harga tiket #Prabowo Subianto #wisatawan domestik