BALIEXPRESS.ID- Melalui program CSR-nya, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon), sukses melaksanakan serangkaian program yang berfokus pada isu-isu lingkungan dan kemasyarakatan.
I Gusti Agus Indrawan, Regional Corporate Officer PT Bank Danamon Indonesia Tbk Region Bali Nusra, menyebutkan ada beberapa program yang sudah dilakukan masyarakat dan lingkungan di wilayah tempat perusahaan beroperasi secara berkelanjutan.
Baca Juga: Selain di Buleleng, Pemprov Bali Rencana Uji Coba Makan Siang Bergizi di Wilayah Ini
Program pertama bertujuan meningkatkan tata kelola sampah di Desa Sanur Kauh, Denpasar - Bali, yang merupakan salah satu area pariwisata di Pulau Dewata.
Desa ini menghasilkan sekitar tiga ton sampah setiap harinya dimana sebagian besar berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah kelebihan kapasitas.
Sehingga menciptakan masalah pencemaran lingkungan, selanjutnya adalah bekerja sama dengan Universitas Warmadewa.
Dalam kerjasama ini, Danamon memberikan kontribusi berupa 20 alat pembakar sampah tanpa asap (smokeless burn barrel), satu kendaraan pengangkut sampah roda tiga, serta 30 unit baju seragam untuk petugas kebersihan Desa Saur Kauh.
Baca Juga: Gerak-Gerik Mencurigakan, 14 Anak Jalanan Diamankan di Kawasan Gilimanuk
“Kami memahami bahwa Desa Sanur Kauh merupakan kawasan strategis pariwisata yang membutuhkan solusi berkelanjutan untuk permasalahan sampah,” jelasnya.
Selain mendukung pengelolaan sampah, Danamon juga memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan melalui kerja sama dengan Yayasan Persahabatan Jepang-Bali.
Yayasan ini telah mendukung pendidikan lintas budaya di Bali selama lebih dari 30 tahun dengan mengelola Bali Japanese School.
Saat ini, sekolah tersebut tengah menjalani renovasi besar akibat banjir yang sering terjadi di kawasan gedung lama.
Baca Juga: De Gadjah Lewati Masa Tenang Muspa ke Pura Mutering Jagat Dalem Sidakarya
Untuk memastikan kelangsungan proses belajar-mengajar, Danamon mendonasikan lima unit pendingin udara (AC), satu TV LED, satu unit document camera, satu kamera webcam untuk pembelajaran daring, serta beberapa tempat sampah.
“Inibadalah bentuk komitmen Danamon untuk mendukung pendidikan lintas budaya yang tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara komunitas lokal dan komunitas internasional,” lanjutnya. (gek)
Editor : Wiwin Meliana