BALIEXPRESS.ID- Harga cabai rawit di Kabupaten Bangli semakin pedas pada awal tahun 2025.
Sejumlah pedagang di Pasar Kidul, Bangli mengatakan harga cabai rawit mengalami kenaikan sejak beberapa hari lalu.
Pada Kamis (2/1/2025), harga cabai rawit di Pasar Kidul tembus Rp95 ribu per kilogram.
Tingginya harga cabai tersebut berimbas terhadap daya beli masyarakat. “Naiknya sejak tiga hari lalu," ungkap salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Kidul Ni Komang Tri.
Dikonfirmasi terpisah Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma tak menampik kenaikan harga cabai rawit.
Di tingkat petani, harga cabai rawit di kisaran Rp80 ribu per kilogram. Harga tersebut naik dari Rp68 ribu pada 31 Desember 2024.
Selain cabai rawit, harga bawang merah yang dihasilkan petani di Desa Songan, Kecamatan Kintamani juga merangkak naik menjadi Rp29 per kilogram dari sebelumnya Rp28 ribu.
Sarma menegaskan bahwa kenaikan cabai rawit ini merupakan dampak musim hujan.
Hujan yang mengguyur kawasan Bangli sejak beberapa hari lalu mengakibatkan tanaman cabai diserang hama dan penyakit.
“Busuk buah, gugur bunga,” kata Sarma menyebutkan dampak musim hujan terhadap tanaman cabai.
Imbasnya, produksi cabai menurun, sehingga berdampak terhadap pasokan ke pasar dan memengaruhi harga.
“Produksi menurun 10-15 persen,” terang pejabat asal Tembuku ini.
Untuk menghindari hama dan penyakit saat musim hujan ini, Sarma mengimbau petani memperbaiki teknik budidaya, misalnya menggunakan varietas tahan, memperbaiki drainase dan mengurangi naungan serta menggunakan pestisida secara bijaksana. (*)
Editor : I Made Mertawan