BALIEXPRESS.ID- Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bangli dari sektor Pajak Hotel dan Restoran (PHR) belum mencapai separuh target pada semester pertama tahun ini.
Hingga akhir Juni, realisasi PHR baru menyentuh Rp9 miliar dari target Rp22 miliar. Realisasi tersebut setara dengan 40,91 persen.
Plt Kepala Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli, Putu Agus Muliawan, menyebut capaian PHR sangat bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan.
Semakin tinggi kunjungan, maka pendapatan PHR ikut terkerek naik. Sebaliknya, jika wisatawan sepi, pendapatan juga menurun.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli menunjukkan kunjungan wisatawan masih tergolong rendah.
Selama Januari hingga Mei, jumlah kunjungan ke lima daya tarik wisata (DTW) yang dikelola Pemkab Bangli tercatat 592.241 orang.
Upaya itu untuk menekan potensi tunggakan pajak. "Kejar target, harus sering turun," tegasnya.
BKPAD, lanjutnya, juga berupaya menggali potensi PHR yang belum tergarap maksimal.
Agus Muliawan mencontohkan sektor glamping yang tengah tumbuh di Bangli.
Menurutnya, keberadaan glamping masih bisa dioptimalkan untuk menambah pendapatan pajak.
“Glamping baru beberapa yang masuk,” ungkap pejabat asal Tabanan ini.
Ia menilai potensi dari sektor ini masih cukup besar. Oleh karena itu, pendataan dan pendekatan akan terus dilakukan.
"Sekarang banyak ada glamping, di Pinggan, Songan," sebut Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Tapem) Setda Bangli ini mencontohkan. (*)
Editor : I Made Mertawan