Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Imbas Plastik Mahal, Pedagang Makanan di Tabanan Mulai Naikkan Harga Jual

IGA Kusuma Yoni • Jumat, 10 April 2026 | 07:39 WIB
Harga lauk di Tabanan naik Rp2.000 sampai dengan Rp3.000 per bungkus. (Ist)
Harga lauk di Tabanan naik Rp2.000 sampai dengan Rp3.000 per bungkus. (Ist)

BALIEXPRESS.ID- Kenaikan harga plastik belakangan ini mulai menimbulkan efek domino bagi para pelaku usaha kecil, khususnya pedagang makanan.

Naiknya harga plastik memengaruhi harga makanan maupun jajanan di Kabupaten Tabanan.

Ayu Utami, salah seorang pedagang lauk dan jajanan di Tabanan, mengaku kenaikan harga plastik sejak awal bulan lalu membuatnya harus menyesuaikan harga produk makanan dan jajanan yang dijualnya.

Baca Juga: Investasi Emas Tanpa Ribet, Cicil Melalui Super App BRImo dan Dapatkan Bonus Cashback Menarik

“Kenaikan harga plastik ini membuat harga makanan dan jajanan yang saya jual naik, karena jika tidak, maka keuntungan yang saya dapat akan habis untuk menutup biaya pembelian plastik yang merupakan kebutuhan utama saya,” ungkapnya Kamis (9/4/2026).

Dijelaskan Ayu, kenaikan harga plastik terjadi terhadap semua jenis plastik. Ia merinci, plastik ukuran sedang yang awalnya Rp10 ribu menjadi Rp15 ribu per bungkus.

Plastik klasifikasi lainnya ada yang naik dari Rp20 ribu menjadi Rp25 ribu per bungkus.

Baca Juga: Dinas Kominfo Karangasem Catat 15 Wilayah Blank Spot Tersebar di 7 Kecamatan

Rata-rata harga makanan dan jajanan yang dijualnya naik Rp2.000 sampai dengan Rp3.000 ribu per bungkus.

Untuk lauk, kenaikannya rata-rata Rp3.000 per bungkus sedangkan untuk jajanan naiknya Rp 2.000 per bungkus.

Baca Juga: Tiga Pelaku Peredaran Sabu di Tejakula Dibekuk, Polisi Ungkap Peran Jaringan Keluarga

Selain harga lauk dan makanan jadi yang dibungkus menggunakan plastik, kenaikan harga plastik ini juga membawa dampak pada pelaku usaha laundry.

Hal ini karena sebagian besar pelaku usaha laundry menggunakan plastic sebagai pembungkus pakaian setelah di laundry.

I Wayan Ariawan, salah seorang pemilik usaha laundry mengaku jika kenaikan harga plastik ini sudah terjadi sejak awal bulan Maret lalu.

Saat itu, dikatakan Ariawan, kenaikan harga plastik tidak terlalu signifikan hanya naik Rp1.000 per bungkus.

“Kenaikan signifikan terjadi sejak awal bulan lalu, saat itu naiknya mencapai 50 persen per bungkus, sehingga sangat berdampak pada omzet kami,” jelasnya.

Adapun plastik yang mengalami kenaikan harga, disebutkan Ariawan, seperti plastik ukuran 40 x 60 cm yang sebelumnya Rp36 ribu naik menjadi Rp40 ribu per bungkus.

Plastik ukuran 30 x 50 cm dari Rp28 ribu naik menjadi Rp32 ribu per bungkus.

Meskipun harga plastik sudah naik, namun Ariawan menyatakan jika pihaknya belum menaikan harga jasa laundry.

Hal ini dilakukan karena sampai saat ini pihaknya masih bisa menyesuaikan biaya operasional dan omzet yang didapat.

“Untuk sementara, kami belum menaikan harga jasa laundry, namun jika kondisi ini terus berlangsung, kami terpaksa menaikan harga karena biaya operasional pasti membengkak jika tidak menaikan harga,” ungkapnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#harga plastik #usaha laundry #tabanan