Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kembangkan Smart Farming, Paprika Organik di Baturiti Tembus Pasar Premium 

IGA Kusuma Yoni • Rabu, 15 April 2026 | 08:29 WIB
Made Sandi di antara pohon paprikanya, di Banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (IGA Kusuma Yoni/Bali Express) 
Made Sandi di antara pohon paprikanya, di Banjar Munduk Andong, Desa Bangli, Kecamatan Baturiti, Tabanan. (IGA Kusuma Yoni/Bali Express) 

BALIEXPRESS.ID- Sebagai penghasil komoditas sayur mayur di Kabupaten Tabanan, ternyata Kecamatan Baturiti tidak saja memiliki lahan perkebunan konvensional, namun juga ada lahan perkebunan organik dengan sekitar 30 jenis sayuran.

Lahan perkebunan organik terebut adalah milik I Made Sandi di Banjar Dinas Munduk Andong, Desa Bangli. Salah satu komoditi yang menjadi primadona dari lahan pertaniannya adalah paprika. 

Dari sebanyak 1700-an pohon paprika yang ditanamnya, bapak dua anak ini mampu panen paprika rata-rata 50 kilogram per hari selama delapan bulan dalam sekali periode masa tanam.

Baca Juga: Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber di Bangli Tekan Volume ke TPA

Ketika ditemui di kebunnya, Sandi mengaku bahwa pasar dari komoditi paprika hasil panennya ini sudah cukup luas.

"Untuk pasar, saat ini sasaran pasar kami adalah pasar premium, seperti beberapa hotel yang ada di Kabupaten Badung dan juga beberapa supplier di beberapa supermarket premium di Denpasar maupun Kabupaten Badung," jelasnya.

Sandi menyebutkan harga dari paprika yang dihasilkan di kebunnya mengikuti trend harga pasar.

Baca Juga: Tukang Las di Seraya Timur Meninggal Mendadak, Polisi Pastikan Bukan Tersengat Listrik

Untuk saat ini, harga paprika yang dihasilkannya mulai dari Rp125 ribu sampai dengan Rp200 ribu per kilogram. 

Selain kebutuhan pasar yang stabil, sabilitas harga inilah menjadi salah satu alasan dirinya mengembangkan paprika.

Baca Juga: Waspada DBD di Buleleng: 109 Kasus Tercatat, Gerokgak Jadi Wilayah Tertinggi

Paprika yang ditanamnya adalah paprika organik yang dikembangkan di green house seluas 2,5 are.

Alasan Made Sandi mengembangkan paprika di green house ini karena tidak terpengaruh faktor cuaca. 

Selain green house, mantan pekerja di industri pariwisata ini, juga menerapkan dalam sistem pertaniannya karena dalam sistem ini seluruh proses beraninya bisa dilakukan  dengan aplikasi, seperti penggunaan pupuk yang menjadi lebih tterukur. 

"Termasuk juga proses penyiraman, waktu tanaman menjadi lebih tepat tidak ada air tercecer atau  berlebihan sehingga nutrisi yang terserap lebih maksimal serta aktivitas bertani menjadi lebih efisien," ungkapnya. (*) 

 

 

Editor : I Made Mertawan
#paprika organik #Smart Farming #tabanan