Waspada DBD di Buleleng: 109 Kasus Tercatat, Gerokgak Jadi Wilayah Tertinggi

BALIEXPRESS.ID - Lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) kembali menghantui Kabupaten Buleleng.
Dalam beberapa pekan terakhir, tren peningkatan kasus memicu kewaspadaan serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat.
Upaya penanganan pun langsung digencarkan, menyusul ditemukannya sejumlah titik jentik nyamuk di lingkungan warga yang terkonfirmasi kasus.
Baca Juga: BRI Hadirkan Kemudahan Tebus Gadai Pegadaian Melalui BRImo, Dilengkapi Promo Cashback Menarik
Kepala Dinkes Buleleng, Sucipto, menegaskan bahwa setiap laporan kasus yang masuk langsung ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi (PE).
Tim diterjunkan ke lapangan untuk menelusuri potensi sumber penularan sekaligus memetakan risiko di sekitar lokasi pasien.
“Begitu ada laporan, tim langsung bergerak melakukan PE. Dari hasil penelusuran, kami menemukan beberapa titik jentik di sekitar rumah warga,” ungkapnya, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Bupati Adi Arnawa Sepakati Kolaborasi Bangun PSEL Denpasar Raya, Solusi Jangka Panjang Atasi Sampah
Temuan ini mengindikasikan adanya potensi penularan lokal, terutama di kawasan permukiman padat.
Kondisi lingkungan yang memungkinkan genangan air menjadi faktor krusial berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penyebar virus dengue.
Baca Juga: Dua Pelanggar Pengelolaan Sampah Mulai Disidang, Satpol PP Badung Sebut Sebagai Efek Jera
Sebagai langkah cepat, petugas melakukan penyisiran ke rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada tempat berkembang biaknya jentik.
Selain itu, pengendalian darurat juga dilakukan melalui fogging selektif di titik-titik tertentu, namun Sucipto mengingatkan bahwa fogging bukan solusi utama dalam memutus rantai penularan.



