Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pengembangan Bioenergi Nasional Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja, Jadi Solusi Atasi PHK

I Putu Suyatra • Selasa, 9 Juni 2026 | 10:56 WIB
ILUSTRASI (IST)
ILUSTRASI (IST) 

BALIEXPRESS.ID – Pengembangan bioenergi di Indonesia dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam mengatasi maraknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), sekaligus membuka peluang besar penciptaan lapangan kerja baru. Sektor ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 150 ribu tenaga kerja di berbagai daerah.

Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir, menyampaikan bahwa pengembangan bioenergi nasional tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian dan pengurangan emisi karbon.

Menurutnya, pengembangan bioenergi dapat menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp11 triliun serta menurunkan emisi karbon sekitar 12 juta ton CO2 per tahun, dengan asumsi implementasi biomassa mencapai 10 juta ton per tahun di pembangkit listrik.

“Kalau implementasi biomassa, reduksi emisinya sekitar 12 juta ton CO2 dan potensi tenaga kerja yang tercipta bisa mencapai 150 ribu orang dalam tiga sampai empat tahun,” ujar Hokkop.

Ia menjelaskan, biomassa menjadi salah satu solusi transisi energi yang dapat diterapkan dengan cepat melalui program co-firing di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Skema ini dilakukan dengan menggantikan sebagian batu bara menggunakan biomassa yang berasal dari limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga limbah organik lainnya.

Hokkop menegaskan bahwa bioenergi bukan untuk menggantikan energi fosil secara instan, melainkan sebagai solusi transisi energi yang bertahap tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik nasional.

Saat ini, PLN EPI telah menerapkan co-firing biomassa di 52 PLTU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2025, pemanfaatan biomassa tercatat mencapai sekitar 2,35 juta ton dan berhasil menurunkan emisi hingga 2,57 juta ton CO2 ekuivalen.

Selain itu, PLN EPI juga memanfaatkan sedikitnya 14 jenis biomassa dengan nilai kalor rata-rata 3.152 kCal/kg. Bahan baku tersebut meliputi cangkang sawit, sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, limbah kayu, hingga limbah rumah tangga yang telah diolah menjadi bahan bakar alternatif.

Hokkop juga mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 83,4 juta ton per tahun. Potensi terbesar berada di Sumatera sebesar 42,8 juta ton, disusul Kalimantan 18,9 juta ton dan Jawa 13,1 juta ton per tahun.

Selain biomassa, PLN EPI juga mengembangkan energi terbarukan lain seperti biogas dan biohidrogen, termasuk pemanfaatan gas metana dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) sebagai sumber energi alternatif pengganti gas alam.

Editor : I Putu Suyatra
#BIOENERGI #phk #listrik #pln