BALIEXPRESS.ID – Pemerintah mengalokasikan tambahan Rp15 triliun untuk dana abadi Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) hingga 31 Agustus 2026. Penambahan dana dari APBN ini menjadi bagian dari strategi memperkuat investasi pendidikan, memperluas akses beasiswa, meningkatkan pendanaan riset, serta mencetak talenta unggul Indonesia.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, dukungan anggaran kepada LPDP merupakan bentuk investasi pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Hingga saat ini, LPDP telah mendanai 20.792 penerima beasiswa. Jika digabungkan dengan penerima manfaat melalui program kolaborasi, jumlahnya telah melampaui 37 ribu orang.
“APBN untuk LPDP itu sudah dialokasikan masuk dana abadi tambahan Rp15 triliun. LPDP mendanai 20.792 awardee dan juga ada awardee kolaborasi jadi totalnya sudah lebih dari 37 ribu,” kata Suahasil.
Penguatan dana abadi LPDP juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas penelitian dan pengembangan talenta nasional. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama LPDP terus memperkuat pendanaan riset, program beasiswa, serta kerja sama pendidikan internasional.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, penguatan pendanaan penelitian menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk memenuhi kebutuhan riset di perguruan tinggi.
“Penguatan riset dan pengembangan talenta perlu kita dorong bersama, agar investasi pendidikan dan penelitian dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi pengembangan kapasitas Indonesia,” kata Brian.
Kemdiktisaintek juga berkoordinasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mendorong peningkatan anggaran penelitian secara berkelanjutan hingga 2029.
Selain itu, pemerintah mulai menjajaki kerja sama riset dan mobilitas pendidikan dengan sejumlah perguruan tinggi dunia, termasuk Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan Imperial College London.
LPDP Perkuat Beasiswa Dokter Spesialis hingga 1.000 Penerima
Pengembangan talenta melalui beasiswa LPDP turut menyasar sektor kesehatan, khususnya pendidikan dokter spesialis. Pemerintah menargetkan pemenuhan 1.000 beasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Saat ini, LPDP telah memberikan dukungan kepada sekitar 600 hingga 750 penerima beasiswa PPDS. Untuk memenuhi target tersebut, Kemdiktisaintek mendorong keterlibatan pemerintah daerah dan perguruan tinggi swasta melalui skema pendanaan bersama.
Penerima beasiswa dokter spesialis juga diarahkan memiliki komitmen penempatan setelah menyelesaikan pendidikan. Kebijakan ini diharapkan membantu memenuhi kebutuhan dokter spesialis di berbagai wilayah Indonesia.
Plt Direktur Utama LPDP Yon Arsal menegaskan, pengembangan program riset akan tetap mengedepankan ukuran capaian serta tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami siap mendukung Kemdiktisaintek, dan kami secara rutin sudah berdiskusi dengan direktorat terkait mengenai pembahasan ini,” pungkas Yon Arsal.
Editor : I Putu Suyatra