BALI EXPRESS, DENPASAR - Pasangan suami istri (pasutri) penjual minyak kobra bak artis yang lagi naik daun. Banyak dikerumuni orang baik dari pengunjung yang lewat maupun warga sekitar di Jalan Merdeka Renon pada Minggu sore (29/7) saat menggelar dagangannya yang tak lazim bagi khalayak umum.
Dengan berjualan sebagaimana pedagang emperan, 3 karung kobra, daging kobra oven, kulit kobra, daging kobra segar dan terlebih maskot jualannya yakni minyak kobra yang dikenal sebagai obat kuat untuk para lelaki ini pun diserbu pembeli.
Lebih dari 200 botol yang dijualnya seharga Rp 30 ribu perbotolnya disebut - sebut juga manjur mengobati segala macam keluhan jenis penyakit.
"Untuk pengobatan alternatif, minyak ular kobra mas ini sangat bermanfaat untuk segala macam penyakit luar maupun dalam," tutur Bastian yang dulunya anggota TNI yang tugas lama di Papua ini.
Bastian sendiri mengaku bahwa dalam sebulan bisa mendatangkan lebih dari 300 ekor ular kobra mas dari Kalimantan. Ular tersebut diternakkan di salah satu Yayasan TNI AD tempatnya dulu bekerja. Kemudian diambil darah, lemak, empedu yang kemudian dicampur dengan beberapa rempah dan jenis kayuan yang dikenal di beberapa ahli pengobatan alternatif negara lain. Di antaranya gingseng putih dari Korea, kayu Siwak dari Mekkah, kayu Pulkah dari Sumatera, kayu Sentiki, kayu Sulaiman, Kayu Datu atau kayu harimau hingga pasak bumi. Ramuan tersebut diracik juga ala resep suku Dayak.
"Sakit pinggang, asam urat dioles saja. Kalau untuk kejantanan laki - laki, kencing manis, asma diminum. Untuk berhubungan bisa dioleskan atau diminum pakai kopi atau teh dengan dicampur minyak ini 2 sampai 4 tetes. Dijamin greng," tegasnya.
Sementara itu untuk jenis penyakit lain beberapa di antaranya adalah sakit ambien, lumpuh, kanker, rematik, jantung, mata rabun dan masih banyak lainnya termasuk untuk resep awet muda. Untuk kalangan wanita, disebutnya minyak ini bisa membantu mengencangkan dan memperbesar payudara. Bastian juga nampak atraktif mempertontonkan kobra - kobranya. Bahkan di tengah kerumunan pengunjung, dia juga memotong seekor kobra jantan untuk memperlihatkan keahliannya.
Selain itu juga menjual daging kobra oven yang perekornya dijual seharga Rp 50 ribu. Khasiatnya katanya ampuh untuk obat kanker. Pasutri ini juga kerap ditemui di Pasar Beringkit, Mengwi.
Editor : I Putu Suyatra