SINGARAJA, BALI EXPRESS – Raut wajah bahagia warga di Desa Sumberklampok terpancar. Sertifikat Hak Milik yang dibagikan kepada mereka nampak erat dipegang erat-erat. Mendapat sertifikat yang telah lama dinantikan tersebut bak menang lotre.
Tak henti-hentinya sertifikat itu dipandangi, dielus, dipeluk dan dijaga dengan baik. Tidak hanya itu, saking bahagianya mendapat kejelasan status dari lahan yang ditempai, salah satu warga ada yang membuat tato di badannya dengan gambar sertifikat miliknya.
Kadek Agus Wijaya adalah salah satu warga dari Dusun Sumberbatok, Desa Sumberklampok yang melukis sertifikat tanah berikut dengan peta wilayah lahan HGU di Desa Sumberklampok. Tato itu dibuat di punggung sebelah kiri. Pada tato itu terlihat jelas cover sertifikat serta Lambang Negara RI, Garuda Pancasila. Lelaki yang berusia 30 tahun ini memenang gemar bertato. Untuk itu kebahagiaannya ia ungkapkan lewat tato dengan gambar sertifikat.
“Kebetulan saya memang suka tato. Ini bagian dari sejarah Sumberklampok. Bagian dari rasa syukur saya. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Mungkin anak cucu saya bisa melihat ini dipunggung saya, hari ini adalah hari bersejarah buat saya setelah penantian panjang,” kata dia.
Agus pun mengaku sempat kebingungan mencari tukang tato. Setelah mencari ke beberapa tempat, ia akhirnya menemukan tempat tato yang menyanggupi untuk membantu menggambar badannya dengan cover sertifikat.
“Yang ditato di bagian punggung saya itu ada cover dari sertifikat tanah. Yang kotak-kotak tiga buah itu adalah lahan HGU 1,2 dan 3. Bikin tatonya kemarin. Dari jam 9 pagi sampe jam 4 sore. Sempat bingung juga cari tukang tato. Saya cari ke Gerokgak penuh. Cari di tempat lain gak bisa. Akhirnya saya ketemu di Goris,” jelasnya.
Niatnya membuat tato itu muncul setelah dia mendengar informasi pembagian sertifikat. Ia rela menahan perih jarum tato seharian dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore. Dengan biaya Rp 200 ribu maka terpampanglah tato itu. Namun, hasil tato yang terlihat saat ini masih belum selesai. Masih ada tahap selanjutnya untuk menambah beberapa komponen yang tertera dalam sertifikat yang dia pegang saat ini.
“Pekarangan saya 6 are. Saya termasuk KK pecah baru. Itu spontan saja setelah diumumkan saya langsung punya inisiatif bikin tato. Saya bayar Rp 200 ribu. Ini masih belum selesai. Rencana akan saya lanjutkan lagi. Yang ini belum ada nomor sertifikatnya. Masih saya kosongkan. Karena belum terima. Sekarang sudah terima akan saya lanjutkan setelah luka dari tato ini sembuh. Masih perih kalau sekarang. Rencananya saya juga mau tambahin tandatangan Gubernur dan kop sertifikatnya,” ujarnya.
Disinggung mengenai sesangi atau nazar, Agus menampiknya. Sebab tato itu memang timbul inisiatif sendiri dua hari sebelum sertifikat itu dibagikan. “Kalau yang lain mungkin lebih banyak maturan sebagai rasa syukurnya. Kalau yang tato seperti ini mungkin hanya saya,” kata dia.
Tidak hanya tato sertifikat itu saja, masih terdapat tato-tato lain yang menghiasi tubuh pria ini. Di dada, di punggung, di tangan, kaki hingga paha, semuanya penuh dengan beragam tato. Uniknya lagi, pada tengkuk belakang, ia juga menggambar huruf Jepang yang dipercaya sebagai makna keberuntungan.
“Saya mulai tato dari lulus SMA tahun 2010. Tato pertama yang dibuat di bagian punggung dengan gambar Avenged Sevenfold dan itu gak selesai karena mabuk. Diajak minum sama tukang tatonya. Rasa sakitnya itu luar biasa. sekarang udah banyak tato. Dada, punggung, tangan, paha, tangan dan kaki. Di leher belakang ada huruf katakana jepang yang katanya membaw keberuntungan. Kebetulan dulu saya guide, ada tamu bilang kalau itu lambing keberuntungan,” paparnya.
Untuk membuat tato sertifikat itu, ia mencari gambar di internet. Kemudian gambar tersebut ia print lalu ditempelkan pada punggungnya. Mulailah si tukang tato bekerja. “Cara tatonya cari gambar di google, print lalu ditempel dan digambar. Ini maunya penuh isi gambar boma juga. Karena tukang tatonya capek jadi gambarnya baru seperti ini,” imbuhnya.
Editor : I Putu Suyatra