DENPASAR, BALI EXPRESS- Teknologi kedokteran saat ini tidak saja terfokus pada penyembuhan dengan menggunakan obat-obatan, namun untuk mempercepat kesembuhan pasien, ada banyak teknologi yang tersedia.
Salah satunya adalah terapi Enhanced External Heart Counterpulsation (EEHCP), terapi yang pada awalnya digunakan untuk mereka yang tidak bisa turun dari tempat tidur, saat ini justru menjadi salah satu bentuk terapi untuk pasien penyakit jantung.
Direktur Klinik integratif BHCC Denpasar, Drs. Sufendi Tjuatja (Mr.Chai) mengatakan terapi EEHCP mempunyai efek memperbaiki fungsi endotel (sel-sel dinding pembuluh darah), merangsang pembentukan pembuluh darah kolateral di jantung, meningkatkan fungsi ventrikel kiri jantung. "Selain itu, terapi ini juga memberikan efek fisiologi seperti pada saat melakukan olah-raga," jelasnya.
Hal ini bisa terjadi karena ada peningkatan curah jantung dan peningkatan perfusi darah ke organ-organ seluruh tubuh, 30 persen ke otot jantung, 20 persen ke otak, 25 persen ke hati, 20 persen ke ginjal, dan 5 persen ke organ-organ yang lainnya. Oleh sebab itu terapi ini sangat dianjurkan bagi yang tidak bisa berolahraga secara langsung khususnya karena menderita penyakit jantung.
Terapi EEHCP juga sangat membantu bagi penderita pasca operasi, seperti, angioplasty (PTCA, dibalon), 15 hari setelah operasi melakukan terapi EEHCP dapat mencegah atau memperlambat proses terjadinya penyempitan kembali pembuluh koroner. "Selain itu, juga berguna untuk pasca bypass (CABG, bedah pintas koroner), disarankan sebaiknya terapi EEHCP dilaksanakan 6 hari setelah pembedahan," lanjutnya.
Adapun cara kerja dari terapi ini adalah menggunakan sumber tekanan yang diatur secara komputerisasi, mengembang-kempiskan serangkaian manset di sekeliling betis, paha bagian bawah dan paha bagian atas, sesuai dengan denyut jantung penderita.
"Pada saat pengembangan manset secara bertahap, tekanan yang ditimbulkan menyebabkan tekanan diastolik meningkat, perfusi di dalam arteri koroner dan jantung meningkat serta meningkatkan jumlah darah balik dari anggota tubuh bawah ke jantung," paparnya.
Sedangkan pada saat pengempisan manset yang cepat dan bersamaan, menyebabkan tekanan pembuluh darah sistemik menurun sehingga ketegangan pada otot jantung pun berkurang. Hal ini mengakibatkan kebutuhan oksigen oleh otot jantung berkurang, sehingga kerja jantung menjadi lebih ringan.
Editor : Nyoman Suarna