Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Waspadai, Curek adalah Penyakit Mahal yang Berpotensi Kematian

I Putu Suyatra • Kamis, 9 Desember 2021 | 04:04 WIB
Waspadai, Curek adalah Penyakit Mahal yang Berpotensi Kematian
Waspadai, Curek adalah Penyakit Mahal yang Berpotensi Kematian

DENPASAR, BALI EXPRESS -  Congek yang di Bali lebih dikenal dengan penyakit curek, adalah penyakit gangguan twlinga yang bis menyerng siapa saja, baik itu anak-anak hingga orang dewasa. Jika dulu penyakit curek biasnya menyerang orang-orang di pedesaan dengan aktuvitas mandi di sungai, saat ini penyakit curek bis menyerang siapa saja. Apa itu sebenarnya penyakit curek? 


Dokter Spesialis THT, Dr. dr. Made Lely Rahayu, Sp. THT.L (K)  FICS, menjelaskan penyakit curek adalah penyakit gangguan salurn telingga yang bisa menyebabkan keluarnya cairan berwarna kuning kental dan berbau busuk dari telinga. "Dari masa lalu, sampai sekarang penyakit ini merupakan salah satu penyakit mahal yang bisa merenggut jiwa," jelasnya.


Dilanjutkan dr. Lely,  Curek atau Otitis Media Supuratif Kronik (OMSK) disebabkan oleh peradangan kronis di telinga bagian tengah dan rongga tulang mastoid yang disertai dengan pecahnya (perforasi) gendang telinga. 


Umumnya curek ditandai dengan keluarnya cairan berbau dari telinga yang terus berlangsung hingga berbulan-bulan, jika dibiarkan maka penyakit ini berpotensi menyebabkan kematian. Karena infeksi telinga yang menyebabkan curek ini dibiarkan makan infeksi akan menyerang otak, kondisi ini bisa menyebabkan abses otak hingga meningitis yang beresiko kematian.


Gejala awal dari curek ini, diakui dr. Lely termasuk sepele, salah satunya adalah kondisi telinga yang lembab baik itu karena keringat ataupun karena tidak dibersihkan dari air ketika mandi, habis berenng atau ketika kehujanan pun bisa menjadi tempat yang ideal bagi bakteri untuk tumbuh. 


Adanya pertumbuhan bakteri inilah dikatakan dr. Lely bisa menimbulkan infeksi dan keluarlah cairan nanah yang berbau busuk. "Jika pada tahap ini infeksi diobati, maka infeksi tidak akan berlanjut dan sebaran infeksi ke otak bisa dicegah," lanjutnya. 


Namun jika tidak, bakteei penyebab infeksi ini akan terbawa aliran darah menuju ke otak, sehingga menimbulkan infeksi lanjutan pada organ otak. Biasanya disebutkan dr. Lely, infeksinya dikenal dengan penyakit maningitis. Dan ketika sudah tahap ini, pengibatan yang diperlukan lebih lama lagi. 


Untik pengobatan curek, dr. Lelye menyebutkan bisa  dimulai dari terapi obat antibiotik tetes, biasnya dokter akan memberikan obat antibiotik tetes ke dalam telinga yang terkena congek sebanyak dua kali sehari selama 14 hari atau hingga sembuh. Namun jika sudah parah, maka harus dilakukan operasi dan setelahnya harus rutin melakukan konsultasi ke dokter. 


Potensi terjangkitnya penyakit ini menurut dr. Lely saat ini masih cukup besar untuk Kota Denpasar.


"Meskipun saat ini tingkat kebersihan maayarakat kota sudah sangat bagus, namun keenganan masyarakat untuk membersihkan telingga setelah bermain air termasuk setelah mandi masih kurang, tidak jarang kok pasien saya adalah warga Denpasar dengan tingkat pendidikan yang baik," tambahnya.

Editor : I Putu Suyatra
#kesehatan