Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Perempuan Dibalik Rumah Plastik Petandakan

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 27 April 2022 | 02:18 WIB
SAMPAH PLASTIK : Pekerja ibu-ibu di rumah plastik singaraja, desa Petandakan. (DIAN SURYANTINI/BALI EXPRESS)
SAMPAH PLASTIK : Pekerja ibu-ibu di rumah plastik singaraja, desa Petandakan. (DIAN SURYANTINI/BALI EXPRESS)
SINGARAJA, BALI EXPRESS - Rumah plastik yang ada di Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng kini telah berubah. Tumpukan sampah plastik yang dulu masih menyisakan tempat, kini menumpuk memenuhi gudang cacahan. Tentu tumpukan-tumpukan sampah tersebut membawa kebahagiaan bagi pengelola rumah plastik hingga pemilah di tempat itu. Pemilah sampah di rumah plastik kebanyakan adalah ibu rumah tangga. Tidak saja ibu-ibu dari desa setempat, namun Rumah Plastik ini juga memberdayakan ibu-ibu dari desa lain, seperti Kerobokan hingga Sinabun.

 

Dari pantauan Bali Express (Jawa Pos Group), Selasa (26/4) siang, nampak tiga orang ibu-ibu tengah sibuk memilah sampah. Mereka adalah Komang Tri Handayani, Luh Canis dan Luh Kasih. Berbekal sebuah cutter di tangannya, mereka bekerja dengan sigap. Botol-botol plastik yang masih ternoda label serta kotoran yang menempel dibersihkan. Bagian-bagian tersebut dipisahkan dan tidak disertakan saat pencacahan. Dalam waktu singkat mereka mampu membersihkan botol-botol itu dan mengumpulkannya ke dalam karung besar. Dari pekerjaannya memilah sampah plastik mereka memiliki modal untuk membuka usaha. Hasilnya lumayan untuk membantu menambah pendapatan keluarga. “Kalau saya baru 5 bulan disini. Baru sebentar. Tapi selain kerja gini saya juga jualan kue tradisional. Saya jualan dari jam 6 sampai jam 7 pagi. Ya modalnya dari sini juga,” ujar Komang Tri Handayani.

 

Sama halnya dengan Luh Canis. Usai bekerja dari rumah plastik ia menggoreng kerupuk untuk dijual. Lagi-lagi, modal yang digunakan untuk berjualan kerupuk didapatkan dari pekerjaannya memilah sampah plastik selama 4 tahun belakangan. “Pulang dari sini mulai saya goreng krupuk. Saya beli mentahnya. Terus saya goreng sendiri lalu dijual. Ya usaha kecil-kecilan untuk tambahan. Suami saya sudah tidak ada,” ujar perempuan dari Desa Sinabun ini.

 

Beda halnya dengan Luh Kasih. Perempuan dari desa Kerobokan ini bahkan berani membeli sebuah motor. Tentu hal tersebut menjadi penyemangat bagi dirinya untuk bekerja dengan telaten di rumah plastik. “Bulan Juni ini saya satu tahun kerja disini. Astungkara dari sini saya cukup untuk membayar cicilannya. Cukup makan. Daripada tidak ada pemasukan,” terangnya.

 

Rumah plastik ini sudah berdiri sejak tahun 2016 silam. Kini sudah mempekerjakan 12 orang karyawan yang berasal dari desa-desa yang berdekatan dengan Desa Petandakan. Tentu keberadaan rumah plastik yang dibentuk Putu Eka Darmawan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar.

 

Perkembangan perekonomian keluarga juga dirasakan Ketut Sunarwati dari desa Kerobokan. Ia sudah bekerja selama 6 tahun sejak rumah plastik ini didirikan. Bertahun-tahun bekerja di rumah plastik ia sudah berhasil membuka sebuah warung di rumahnya. “Kecil-kecilan saja. Modalnya juga dari sini dan hasil suami nyopir angkot. Ya buat tambahan saja,” kata dia.

 

Sebelum bekerja di rumah plastik, Ketut Sunarwati adalah seorang pemulung barang rongsokan di terminal Penarukan. Dari pekerjaannya itu, ia belajar memilah sampah plastik. Selain itu juga menyortir sampah dari warna hingga jeni botol. Ketika ia mulai bekerja di Rumah Plastik, tugas yang sama dihadapkan pada dirinya. Namun ia tak begitu kesulitan karena telah terbiasa. “Tugasnya pilah, nyenis, pilih warna. Dulu pernah jadi pemulung di terminal. Belajar pilah saat itu. Kerja disini jadi sudah bisa. Dan tidak terlalu kesulitan untuk mengikuti instruksi,” ungkapnya.

 

Kini Sunarwati juga mengajak saudara iparnya Ketut Ayu Arini untuk bekerja di Rumah Plastik. “Iya dulu saya mengecat bangunan. Tapi karena pandemi sepi. Jadinya saya diajak disini sama ipar saya. Ijin sama pak bos, lalu saya diberikan bekerja disini,” kata Ayu sembari memilah botol plastik.

 

Keberadaan rumah plastik ini tidak saja menjadi salah satu solusi untuk penanganan sampah plastik di lingkungan sekitar. Namun juga berdampak bagi penduduk sekitar.
Photo
Photo
Editor : I Dewa Gede Rastana
#rumah plastik petandakan #tumpukan sampah #ibu rumah tangga #pemilah sampah #buleleng