Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tingkatkan Kesadaran Akan Bahaya Sampah Plastik Melalui Ngelawang Kedas

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 7 Juli 2022 | 23:00 WIB
PEDULI LINGKUNGAN : Ngelawang Kedas oleh Sanggar Seni Sura Pradnya Maniktawang yang dilakukan di wilayah Tampaksiring. (ISTIMEWA)
PEDULI LINGKUNGAN : Ngelawang Kedas oleh Sanggar Seni Sura Pradnya Maniktawang yang dilakukan di wilayah Tampaksiring. (ISTIMEWA)
GIANYAR, BALI EXPRESS – Sampah plastik selama ini masih menjadi momok menakutkan. Maka dari itu sebagai upaya kesadaran akan kebersihan lingkungan utamanya dari sampah plastik, Sanggar Seni Sura Pradnya Maniktawang rutin melakukan kegiatan unik yang bertajuk Ngelawang Kedas setiap hari Galungan tiba.

 

Ngelawang Kedas sendiri merupakan upaya penyadaran akan cinta tanah air khususnya dalam mencintai lingkungan. Apalagi selama ini sampah plastik masih menjadi momok. Ditambahkan lagi kesadaran masyarakat untuk tidak buang sampah sembarangan yang masih perlu ditingkatkan lagi. Maka dari itu, kegiatan Ngelawang Kedas ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan.

 

“Seperti namanya Ngelawang Kedas, Ngelawang itu kan dilakukan dengan berkeliling mengarak barong, kemudian masyarakat ‘Ngupah’ dengan memberikan uang kepada sekaanya. Kalau kita disini menggunakan barong yang hampir 100 persen terbuat dari bahan daur ulang berupa koran dan kardus. Kemudian masyarakat bisa ‘Ngupah’ dengan sampah plastik,” terang Ketut Gede Agus Adi Saputra selaku penggagas kegiatan Ngelawang Kedas tersebut.

 

Sampah plastik yang terkumpul, kata dia akan didaur ulang menjadi berbagai macam bentuk kerajinan. Dan ada pula yang ditabung ke Bank Sampah. Kebetulan Sanggar Seni Sura Pradnya bekerja sama dengan Bank Sampah Digital Griya Luhu,” lanjutnya.

 

Disamping itu, Ngelawang Kedas ini dilakukan sebagai upaya menjaga tradisi Ngelawang dengan memberi dampak positif serta nilai edukasi kepada anak-anak.  Karena belakangan ini dirinya yang juga sebagai seniman ini melihat fenomena Ngelawang yang sedikit terdegradasi dengan beberapa fenomena negatif yang terjadi baru-baru ini. “Karena ide ini juga muncul berdasarkan keresahan atas fenomena sampah yang kian hari kian mengkhawatirkan sehingga munculah kegiatan Ngelawang Kedas ini,” lanjut seniman muda yang akrab disapa Adi Siput tersebut.

 

Barong yang terbuat dari koran dan kardus itu merupakan ide yang muncul sejak tahun 2014 dan pertama kali dibentuk di Rumah Budaya Penggak Men Mersi Kesiman Denpasar. Diwujudkan oleh I Komang Marjana dan dimentori  oleh I Kadek Wahyudita yang merupakan tokoh seniman asal Kesiman Denpasar serta merupakan mentor dari Adi Siput sendiri.

 

Dan untuk menyebarluaskan kesadaran masyarakat, pihaknya pun diberikan ruang untuk Ngelawang Kedas di daerah Tampaksiring sejak tahun 2020 lalu. Dimana daerah tersebut tidak lain merupakan daerah kelahiran Adi Siput.

 

Pihaknya pun berharap melalui Ngelawang Kedas tersebut, masyarakat dapat semakin sadar akan bahaya sampah plastik dan mulai merubah kebiasaan dalam menangani sampah. Tidak membuang sampah sembarangan dan mengurangi menggunaan sampah plastik.

 

Terakhir pihaknya melakukan Ngelawang Kedas pada Galungan bulan Juni lalu dengan melibatkan sekitar 20 orang anak-anak anggota sanggar dengan rute dimulai dari Banjar Mantring Tampaksiring, Banjar Kawan, Banjar Tengah, Banjar Tegal Suci, Banjar Griya, dan kembali ke titik awal. Adapun sampah yang terkumpul ada 2 kresek besar dan 2 karung sampah botol plastik. “Sampah-sampah itu merupakan hasil Ngupah di 6 rumah dan sisanya merupakan sampah plastik yang kita pungut dijalan disepanjang rute,” tandasnya. Editor : I Dewa Gede Rastana
#bahaya sampah plastik #peduli lingkungan #barong daur ulang #ngelawang kedas #Sanggar Seni Sura Pradnya Maniktawang