Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petani di Karangasem Bali Olah Biji Salak Menjadi Serbuk, Ide Muncul Berawal dari Anjing dan Kelelawar

I Wayan Adi Prabawa • Selasa, 23 April 2024 | 14:14 WIB
I Nyoman Mastra, petani di Desa Sibetan,  Kabupaten Karangasem, Bali mengolak salah jadi serbuk.
I Nyoman Mastra, petani di Desa Sibetan, Kabupaten Karangasem, Bali mengolak salah jadi serbuk.

KARANGASEM, BALI EXPRESS- Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali dikenal dengan wilayah penghasil salak.

Umumnya, petani di Desa Sibetan menjual langsung hasil panen salak ke pasaran.

Namun terdapat satu petani di Sibetan yang sejauh ini berinovasi mengolah salak. Ia adalah I Nyoman Mastra.

Terbaru, pria yang berasal dari Banjar Karanganyar, Desa Sibetan ini mengolah biji salak menjadi serbuk. Serbuk biji salak ini bisa dikonsumsi layaknya kopi.

Ide mengolah biji salak itu menjadi serbuk itu ternyata ia peroleh secara tidak sengaja.

Awalnya di sebuah tempat miliknya, ia melihat seekor anjing dan kelelawar. Saat itu anjing tersebut memakan salak, namun tidak dengan bijinya.

Saat akan mengambil biji salak tersebut, di sisi lain ia melihat kelelawar memakan biji kopi.

Akhirnya, dua benda itu pun diambil olehnya. Setelah beberapa saat mengamati, muncul inspirasi untuk mengubah biji salak tersebut untuk dijadikan serbuk kopi.

Pria yang akrab disapa Kongking itu menganggap biji salak dan biji kopi memiliki kesamaan.

“Biji kopi biasa kan keras itu, biji salak juga keras, lalu saya bandingkan. Kenapa tidak ini saja dijadikan kopi,” ujarnya.

Namun percobaannya tidak berjalan mulus, biji salak yang dijemur, setelah disangrai tidak matang sepenuhnya, karena berukuran cukup besar.

Itu tidak membuatnya putus asa dalam mencoba. Ia pun kemudian memecah biji salak tersebut sebelum dijemur.

“Setelah saya pecah, saya coba lagi tumbuk, ternyata enak baunya, menyerupai kopi,” lanjutnya.

Setelah menjadi kopi, karena baru pertama kali membuat, Kongking pun tak berani untuk mencoba hasilnya, lantaran takut berbahaya.

Untuk mengetahuinya, ia mencampurkan kopi tersebut didalam nasi untuk diberi kepada anjing.

Hasilnya, anjing tersebut masih sehat setelah diberikan serbuk tersebut.

“Pertamanya saya tidak berani konsumsi, nanti isi racun saya yang mati duluan. Anjing yang saya beri makan masih sehat, berarti ini bisa dikonsumsi,” imbuhnya.

Setelah disebarkan ke orang banyak, ia malah disebut orang gila karena buatannya tersebut tidak masuk akal.

Barulah ia mencari teman untuk dilakukan penelitian. “Waktu saya minta nomor HP peneliti kepada teman juga saya dibilang gila, tetapi saya terus memohon untuk diberikan nomornya. Akhirnya tim peneliti datang dari poltekes,” jelasnya.

Ternyata hasil penelitian yang didapat sangat bagus, kopi tersebut mengandung kadar antioksidan yang tinggi sehingga kopi biji salak tersebut bagus untuk dikonsumsi.

Barulah setelah itu ia berani menjual kopi biji salak tersebut.

“Baru penelitian pertama sudah kadar antioksidannya tinggi, barulah gembira dia (peneliti). Sampai 400 sekian (antioksidan), itu termasuk tinggi,” ungkapnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #kopi #Sibetan #karangasem #biji salak