Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Menggetarkan Hati! Gadis 23 Tahun Rela Jadi Kuli Bangunan Demi Hidupi Adik: Nyamar Jadi Laki, Tinggal di Pemakaman

I Putu Suyatra • Kamis, 6 Juni 2024 | 19:06 WIB

Sopyah (YouTube Deddy Corbuzier)
Sopyah (YouTube Deddy Corbuzier)

 

BALIEXPRESS.ID - Di tengah gemerlapnya kehidupan, Sopyah, gadis berusia 23 tahun, memilih jalan hidup yang tak biasa. Demi memenuhi kebutuhan hidup dan sang adik, Samsul, Sopyah rela bekerja keras sebagai kuli bangunan, pekerjaan yang identik dengan kaum laki-laki.

Kisah inspiratif Sopyah terungkap dalam podcast Deddy Corbuzier.

Di sana, dia menceritakan perjuangannya yang penuh liku.

Baca Juga: PATUT DICOBA! Ini Tempat Nongkrong dan Staycation di Atas Awan, Lokasinya Dekat Glamping di Kintamani Bali: Cocok untuk Melepas Lelah

Sopyah tak segan mengangkat semen dan palu godam seberat 25 kilogram untuk memecahkan batu besar.

Tekadnya yang kuat mengantarkannya selama 6 tahun menjalani pekerjaan ini.

Terdorong Keadaan, Bekerja Keras Demi Keluarga

Keputusan Sopyah untuk menjadi kuli bangunan bukan tanpa alasan.

Rasa sakit melihat sang ibu yang menderita kanker dan tak mau makan karena memikirkan kondisi anak-anaknya, menjadi dorongan kuat bagi Sopyah untuk bekerja keras.

"Kita sempat nggak bisa makan, ibu sakit kanker nggak mau makan karena kita nggak makan. Tidak lama kemudian ibu meninggal," ungkap Sopyah dengan pilu.

Baca Juga: Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Sosialisasikan Manfaat dan Pengujian pH Jus Apel dan Alpukat untuk Kesehatan

Memutuskan Sekolah, Memilih Berjuang

Sopyah yang merupakan anak kedua dari empat bersaudara, terpaksa berhenti sekolah di bangku SMP.

Dia memilih untuk berjuang mencari uang demi menghidupi dirinya dan sang adik.

Ayahnya yang merantau tak mampu mengirimkan uang, membuat Sopyah harus memutar otak.

Bekerja sebagai kuli bangunan menjadi pilihannya karena upah yang ditawarkan cukup besar, yakni Rp 100.000 hingga Rp 200.000 per hari.

"Kalau nggak kerja bangunan kayak nggak cukup. Aku ngangkutin semen, ngangkutin bata. Kuat ngangkat semen. Yang paling berat itu mecahin batu yang gede pakai besi yang beratnya 25 kilogram," tuturnya.

Baca Juga: Bali United Cuci Gudang; Karena Saran Netizen atau Murni Rombak Total Skuad? Ini 4 Pemain yang Dikabarkan Akan Merapat

Tinggal di Pemakaman, Mengalokasikan Uang untuk Makan

Penghasilan Sopyah sebagai kuli bangunan tak menentu. Kadang dia bisa mendapatkan uang banyak, namun tak jarang pula dia harus menjadi pengangguran selama beberapa bulan.

Meski begitu, Sopyah tetap tegar. Dia memilih untuk mengalokasikan semua uangnya untuk keperluan hidup sehari-hari, terutama makan bersama sang adik.

Untuk tempat tinggal, Sopyah memilih tinggal di salah satu pemakaman di daerah Indramayu agar tak perlu mengeluarkan uang sewa kontrakan.

"Seram sih, tapi mau tinggal dimana lagi? Sedih pada saat nggak bisa makan karena tidak ada uang. Pernah tidak bisa makan dua hari," kenang Sopyah.

Potong Rambut Pendek, Sembunyikan Identitas Demi Bekerja

Demi meyakinkan para mandor bangunan, Sopyah rela memotong rambutnya pendek dan berpenampilan layaknya seorang laki-laki.

Baca Juga: Bukan Glamping di Kintamani, Tetapi Spa Unik dengan Ikan Garra Rufa dari Turki: Bisa Dinikmati di The Shreya Spa Kuta Bali

Hal ini terpaksa dia lakukan karena jika berpenampilan seperti perempuan, dia akan diremehkan dan tak mendapatkan pekerjaan.

"Kadang ada yang tahu aku cewek. Untungnya tidak ada yang mengganggu," ujarnya.

Pesan Ibu Menjadi Kekuatan

Meskipun hidup penuh kekurangan, Sopyah pantang meminta-minta.

Dia selalu mengingat pesan almarhumah ibunya, "Kamu jangan pernah minta-minta selagi kamu masih kuat."

Kisah Sopyah merupakan bukti nyata bahwa tekad dan kerja keras mampu mengantarkan seseorang meraih mimpi, bahkan di tengah keterbatasan.

Semangatnya yang pantang menyerah dan dedikasi yang tinggi untuk keluarga patut menjadi inspirasi bagi kita semua. ***

Baca Juga: DUH! Pemuda Ini Bawa Wadah ke Resto Cepat Saji untuk Promo Nasi dan Es Teh Sepuasnya, Warganet; Salah Konsep

Editor : I Putu Suyatra
#Pesan Ibu #Sopyah #kuli bangunan