Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Siswa Miskin di Bali yang Dirawat Neneknya yang Sudah Lansia: Bekerja di Tetangga, Demi Wujudkan Mimpi

Dian Suryantini • Kamis, 13 Juni 2024 | 18:40 WIB
Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan, Bripka I Putu Harisandy Mahayuda saat memberikan ponsel.
Bhabinkamtibmas Desa Bungkulan, Bripka I Putu Harisandy Mahayuda saat memberikan ponsel.

BALIEXPRESS.ID - Siswa miskin di Buleleng, Bali terpaksa harus membantu membungkus es lilin di tetangganya. Itu dilakukan supaya bisa membeli ponsel untuk keperluan sekolahnya. Seperti apa kisahnya?

Suasana sore di Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali, begitu sepi.

Di sebuah rumah, ada seorang nenek dan cucu lelakinya. Mereka tinggal berdua.

Cucu lelakinya bernama I Gede Angga Pratama. Saat ini baru menginjak kelas VII di sekolah menengah pertama di Buleleng.

Angga, begitu ia biasa disapa, telah kehilangan ayahnya sekitar lima tahun yang lalu.

Ibunya, setelah menikah lagi, tidak lagi tinggal bersama Angga.

Kini, dia tinggal bersama neneknya, Ketut Rusmianing, 72, yang dengan tabah merawat dan memenuhi kebutuhan cucunya.

Mereka hidup dengan bantuan pemerintah melalui program BNPT (bantuan pangan non-tunai), berupa beras 10 kg per bulan, serta penghasilan tambahan dari ceper (sarana banten) yang dibuat oleh sang nenek.

Namun, kehidupan sederhana ini tidak mengurangi semangat remaja 14 tahun itu.

Bahkan ia bekerja membantu tetangga dengan membersihkan rumah dan membungkus es lilin.

Dari pekerjaannya itu ia mendapat upah Rp 10.000,- yang digunakannya sebagai bekal sekolah, Angga tetap gigih dalam belajar dan bermimpi.

Saat ini pembelajaran di sekolah ditunjang oleh teknologi, seperti ponsel. Tetapi Angga tidak memiliki ponsel untuk menunjang aktivitas sekolahnya.

Sejak lama ia memimpikan untuk memiliki ponsel, tetapi upah hasil membantu tetangga tidak mencukupi, begitu juga dengan hasil menjual ceper sang nenek.

Kini harapan Angga memiliki ponsel terpenuhi. Bripka I Putu Harisandy Mahayuda mewujudkan mimpi Angga.

Bripka Harisandy adalah seorang anggota kepolisian yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Bungkulan.

Perannya tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjalin hubungan dekat dengan masyarakat dan memberikan bantuan dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.

Bripka Harisandy datang ke rumah Angga. Ia membawa sebuah ponsel putih di tangannya.

Sejenak Angga dan Bripka Haarisandy berbincang. Tak lama, ia menyerahkan ponsel itu kepada Angga.

Angga tersipu dan merasa bersyukur. Kini ia bisa berkomunikasi dan belajar dengan bantuan ponsel dari Bripka Harisandy.

“Semoga dengan adanya HP ini, Angga dapat lebih mudah dalam belajar dan tetap semangat,” ujar Bripka Harisandy.

Angga tidak banyak berkomentar. “Terima kasih, Pak,” kata Angga.

Ia menyembunyikan wajahnya yang tersipu. Sesaat setelah menenangkan hatinya, ia memberanikan diri menatap Bripka Harisandy dengan mengumbar sedikit senyuman.

Ponsel yang diberikan kepada Angga adalah ponsel bekas. Tetapi ponsel itu masih layak pakai.

Tidak hanya itu, Bripka I Putu Harisandy Mahayuda juga berjanji membantu mengurus Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Angga, serta berkoordinasi dengan pihak Pemdes Bungkulan. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #lansia #siswa #miskin #ponsel #buleleng