Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Keliki: Peninggalan, Asal Usul Nama dan Kisah Dibaliknya yang Jarang Diketahui Ternyata Awalnya Ada Hubungannya dengan Pohon Jarak

I Putu Suyatra • Rabu, 21 Agustus 2024 | 01:35 WIB
Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali.
Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Desa Keliki, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, seperti halnya banyak desa di Bali, memiliki nama yang diyakini berasal dari sejarah dan latar belakang tertentu.

Namun, mengungkap sejarah Desa Keliki secara pasti masih menjadi tantangan, karena hingga kini belum ada lontar yang dapat menjadi acuan utama dalam menyusun sejarah desa ini.

Jejak Sejarah Desa Keliki dari Cerita dan Lontar

Dikutip dari website desa.id, sejarah Desa Keliki memang tidak banyak tercatat dalam prasasti atau Babad kuno.

Namun, beberapa cerita dari lontar dan kisah yang diwariskan dari generasi ke generasi membantu menggambarkan perjalanan sejarah desa ini.

Konon, pada masa perjalanan Maharesi Markandeya ke Bali, terdapat sebuah daratan yang membentang dari Desa Taro hingga Campuhan Ubud, diapit oleh Sungai Wos.

Salah satu daratan yang dilalui dari Pura Campuhan Ubud menuju Taro menyerupai semut hitam dan diberi nama Bangkiang Sidem.

Dari tempat tersebut, Resi Markandya melanjutkan perjalanan ke arah utara dan menemukan sebuah hutan belantara yang kemudian dijadikan lokasi pembangunan Pura Jemeng di daerah Sebali atau Desa Yadnya.

Di hutan itu, terdapat pohon jarak yang memancarkan sinar, sehingga tempat tersebut diberi nama Pejarakan, yang sekarang dikenal sebagai Desa Keliki.

 

Baca Juga: Sejarah Tari Baris Nang Dudu di Desa Pujungan: Ungkap Kisah Jahil Lelaki Tua yang Sengaja Dibunuh untuk Hilangkan Sifat Buruk

Di lokasi ini, Resi Markandya menandai perjalanannya dengan sebuah batu yang hingga kini masih disucikan oleh masyarakat setempat dan disebut Ratu Lingsir, terletak di antara Desa Kelusa dan Desa Keliki.

Perkembangan Desa Keliki pada Zaman Kerajaan Mengwi

Pada masa Kerajaan Mengwi, Pasek Aan, yang dikenal dengan nama Pasek Batu Melumut, ditunjuk untuk memimpin masyarakat Pejarakan.

Ia membangun infrastruktur desa seperti pemerintahan dan sistem subak, salah satunya adalah Subak Tain Kambing yang masih ada hingga saat ini.

Namun, pada masa ini pula sering terjadi perluasan wilayah, termasuk oleh Kerajaan Gianyar.

Desa Pejarakan saat itu diserang oleh Raja Gianyar yang dipimpin oleh I Dewa Keliki, dibantu oleh beberapa desa lain di Tegallalang seperti Pejengaji dan Gagah.

Pasukan Mengwi di Pejarakan akhirnya dikalahkan, dan tempat I Dewa Keliki menyusun kekuatan diberi nama Pura Indra Kila.

Nama Desa Pejarakan kemudian diubah menjadi Desa Keliki, untuk menghormati Dewa Keliki yang berhasil memenangkan pertempuran tersebut, sekitar tahun 1678.

Hingga kini, desa tersebut dikenal dengan nama Desa Keliki.

Warisan Sejarah yang Hidup di Desa Keliki

Desa Keliki memiliki sejarah panjang yang terkait erat dengan perjalanan spiritual dan pertempuran zaman kerajaan.

Meskipun tidak banyak bukti tertulis yang tersisa, kisah-kisah yang diceritakan oleh masyarakat dan lontar-lontar kuno tetap menjaga warisan budaya desa ini.

Nama Keliki, yang kini dikenal luas, bukan hanya sekadar nama, tetapi juga mencerminkan kekayaan sejarah dan spiritual yang terus dihormati oleh penduduk setempat. *** 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #gianyar #Maharesi Markandeya #Desa Keliki #sejarah #tegallalang #kerajaan mengwi