Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

TERNYATA PENUH PERJUANGAN! Cerita Tim dari Bali yang Terlibat dalam Dekorasi Upacara HUT Kemerdekaan RI Ke-79 di IKN: Markasnya di Gulingan, Mengwi

Putu Resa Kertawedangga • Kamis, 22 Agustus 2024 | 00:07 WIB

 

Ida Bagus Gede Ari Artana bersama seluruh tim Bali Kui saat ditemui di Workshop, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (21/8).
Ida Bagus Gede Ari Artana bersama seluruh tim Bali Kui saat ditemui di Workshop, Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (21/8).

BALIEXPRESS.ID - Dibalik meriahnya Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke-79 di Ibu Kota Nusantara (IKN), ada cerita menarik dalam proses dekorasinya. Terutama bagi tim dekorasi dari Bali.

Sebab dalam mempersiapkan dekorasi berbahan ulatan janur dan bunga ini ada tantangan yang tidak mudah.

Seperti cara menjaga seluruh bahan hiasan tersebut tetap segar selama jalannya upacara. 

Pemilik Bali Kui Dekorasi, Ida Bagus Gede Ari Artana mengatakan, dirinya mendapatkan kesempatan untuk ikut serta dalam mendekorasi di istana Istana Negara IKN.

Kesempatan ini diterimanya atas permintaan dari Pacto Convex, PT Era Gemilang Perkasa.

“Mereka ditunjuk oleh pihak istana untuk mendekorasi. Dari Pacto Convex, PT Era Gemilang Perkasa memiliki tiga vendor,” ujar Gus Air saat ditemui di workshop miliknya di Desa Gulingan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali, Rabu (21/8). 

Ketiga vendor tersebut adalah Surya Dekor, Arsindo, dan dirinya bersama tim.

Gus Ari bersama tim diberikan mandat untuk mengerjakan dekorasi berbahan janur dan penjor.

Dari keseluruhan ia mengaku tidak lebih 10 persen yang dikerjakan. Untuk penjor yang dibuat ada empat dengan ketinggian masing-masing 17 meter. 

“Ini karena janur sifatnya dasar dari rangkaian bunga. Kecuali untuk di backdrop, mimbar kehormatan, itu mungkin volume anyaman janur sayap garuda lebih dominan terlihat. Tetapi dinsetiap rangkaian bunga, pilar, landscape-nya semuanya ada rangkaian janur,” jelasnya. 

Untuk mempersiapkan rangkain janjur tersebut, Gus Ari yang telah aktif mendekorasi menggunakan janur sejak 2016 ini mengajak 14 orang tim.

Seluruh bahannya pun dibawa dari Bali. Namun untuk pengerjaannya di IKN.

“Alasanya untuk menjaga kesegarannya, daunnya dari Bali ke IKN. Karena kami tidak tahu suplai janur dari IKN,” ungkapnya. 

Selaku ketua tim yang ditunjuk dari Bali, ia menyebutkan ada dua orang pengerajin penjor dan 10 orang pengerajin ulatan janur.

Tim dari Mengwi mengerjakan dekorasi di dalam dan luar istana, kemudian tim dari Ubud yang mengerjakan hall untuk backdrop.

Sehingga ia menekankan pengerjaan seluruh dekorasi tidak dilakukan sendiri oleh Sri Melanting Art.

“Kami melibatkan Anak Agung Gde Raka Yudhi Pratama (Sri Melanting Art) sebagai tim saya, berada di tim Gus Ari. Desainnya dari PT yang menaungi  saya, kami hanya eksekutor saja,” ucapnya. 

Pihaknya bersama Pacto Convex, PT Era Gemilang Perkasa ternyata tidak hanya sekali mendapatkan kesempatan menghias perayaan HUT Kemerdekaan RI.

Sebab ia mengakui dekorasi yang dikerjakan di istana sejak perayaan Kemerdekaan Ke-77 atau dua tahun lalu.

Saat itu daun janur dikeringkan dan di cat berwarna emas, selanjutnya Ke-78 ia mensuplai penjor ke Istana Negara, Jakarta.

Terakhir di Istana Negara IKN Gus Ari mengerjakan ulatan janur dan penjor dengan menjaga kesegaran bahan. 

“Ini tantangannya luar biasa, karena untuk ke Jakarta pengiriman anyaman memerlukan waktu 40 jam lewat jalur darat. Tetapi ke IKN memerlukan waktu 7 hari,” paparnya. 

Untuk mempertahankan kesegaran janur, ia mengaku ada teknik khusus yang dilakukan.

Apalagi IKN berada di garis katulistiwa dengan panas yang cukup tinggi. Sehingga dirinya melakukan dua kali riset untuk memastikan dapat mempertahankan kesegaran bahan anyaman dan penjor. 

“Sehingga kami memutuskan untuk membawa seluruh materialnya dan dikerjakan di IKN. Untuk pengerjaan kami lakukan dari 10-15 Agustus 2024. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan hingga 17 Agustus dini hari,” terangnya. 

Gus Ari pun mengaku bersyukur dapat diberikan kesempatan dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI Ke-77. Meski ada beberapa kesulitan dan tantangan yang dialami.

“Ada tantangan khusus dari desain yang dikeluarkan pihak istana, jadi mereka menginginkan suamua dalam keadaa segar. Jadi saya sudah menyanggupi, otomatis saya harus bertanggung jawab,” imbuhnya. ***

Editor : I Putu Suyatra
#dekorasi #bali #ikn #mengwi #Janur #hut kemerdekaan #gulingan #badung #bunga