Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Misteri Asal-Usul Nama dan Sejarah Desa Abiansemal: Sejajar dengan Masa Kejayaan Majapahit dan Bagian dari Sumpah Palapa Patih Gajah Mada

I Putu Suyatra • Jumat, 23 Agustus 2024 | 15:02 WIB

Desa Abiansemal, Badung, Bali
Desa Abiansemal, Badung, Bali

BALIEXPRESS.ID - Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, menyimpan cerita sejarah yang penuh misteri dan kebesaran, sebuah perjalanan panjang yang dimulai sejak abad ke-14.

Namun, bagaimana sebenarnya asal-usul nama dan berdirinya desa ini?

Dikutip dari website desa tersebut, mengungkap sejarah Desa Abiansemal bukanlah tugas yang mudah.

Hal ini karena minimnya sumber-sumber tertulis maupun lisan yang dapat dijadikan rujukan.

Sejarah Desa Abiansemal: Jejak Masa Lalu dari Sumber Tertulis dan Lisan

Penyusunan sejarah Desa Abiansemal ini adalah hasil dari perpaduan antara sumber tertulis seperti Usana Bali, Babad Dalem, Babad Mengwi, Babad Pasek, dan Sejarah Bali, serta informasi dari tokoh agama dan adat setempat.

Diketahui, desa ini sudah ada sejak abad ke-14, sejajar dengan masa kejayaan Majapahit di Jawa Timur dan masa pemerintahan Dalem Ketut Ngulesir di Bali pada tahun 1380-1460.

Cerita ini juga mengungkap keterlibatan Patih Gajah Mada, yang pada tahun 1343 mengirimkan ekspedisinya, Arya Tan Kaur, ke Abiansemal sebagai bagian dari Sumpah Palapa.

Makna Nama "Abiansemal": Lebih dari Sekadar Tanaman di Tanah Subur

Secara etimologis, nama "Abiansemal" terdiri dari dua kata, "Abian" yang berarti tanaman, dan "Mal" yang berarti tanah subur.

Gabungan keduanya, "Abiansemal," menggambarkan tanaman yang tumbuh subur di tanah yang kaya nutrisi.

Hal ini terlihat dari beberapa banjar di desa ini yang menggunakan nama buah-buahan, seperti Banjar Juwet dan Banjar Aseman.

Nama "Abiansemal" bukan hanya menjadi identitas desa, tetapi juga digunakan sebagai nama kecamatan.

Pada abad ke-16, Desa Abiansemal berada di bawah kekuasaan I Gusti Ngurah Dauh dan Arya Tan Kaur, dan pada abad ke-17, desa ini menjadi bagian dari wilayah kerajaan Mengwi, dipimpin oleh Cekorda Munggu.

Legenda Lelatu dan Subak Latu: Cerita Dibalik Nama-Nama di Abiansemal

Salah satu cerita menarik dari masa itu adalah legenda Lelatu dan Subak Latu.

Ketika keluarga kerajaan Mengwi menuju Abiansemal, mereka menggunakan penerangan dari api daun kelapa kering (prakpak).

Ketika api mulai padam, yang tersisa hanyalah bunga-bunga api yang disebut "lelatu," yang jatuh di sekitar sawah.

Lokasi ini kemudian dinamai "Latu," dan subak di area tersebut dikenal sebagai Subak Latu.

Perjuangan dan Pengorbanan: Abiansemal di Masa Kolonial dan Pendudukan Jepang

Pada abad ke-20, Desa Abiansemal mengalami berbagai perubahan, terutama setelah Belanda dan Jepang menguasai wilayah ini.

Penindasan yang dialami rakyat selama masa penjajahan memicu semangat perlawanan yang tak kenal menyerah.

Tragedi besar terjadi pada 28 Juni 1948, ketika 13 pejuang muda Abiansemal dibantai oleh tentara Belanda.

Tempat eksekusi ini kini diabadikan dengan berdirinya Tugu Pahlawan sebagai simbol perlawanan dan pengorbanan mereka.

Penggabungan Desa dan Perubahan Wilayah: Abiansemal Setelah Kemerdekaan

Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1958, Desa Abiansemal mengalami perubahan wilayah dengan digabungkannya Desa Gerih.

Penggabungan ini dilakukan karena jumlah penduduk dan pendapatan desa yang belum memadai pada saat itu.

Hasilnya, kedua desa tersebut kini dikenal sebagai satu kesatuan, yaitu Desa Abiansemal. *** 

 

ANGKAT KESENIAN: Salah satu penampilan saat sedekah bumi Dusun Sekararum, Desa Sekarsari, Sumber, Rembang.
ANGKAT KESENIAN: Salah satu penampilan saat sedekah bumi Dusun Sekararum, Desa Sekarsari, Sumber, Rembang.
LEBIH MUDAH: Agen BRILink membuat masyarakat lebih mudah dalam bertransaksi.
LEBIH MUDAH: Agen BRILink membuat masyarakat lebih mudah dalam bertransaksi.
Editor : I Putu Suyatra
#bali #Desa Abiansemal #belanda #Sumpah Palapa #patih gajah mada #sejarah #jepang #Penjajahan #badung #majapahit