BALIEXPRESS.ID - Terletak sekitar 21 kilometer di utara Denpasar, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansimal, Kabupaten Badung, Bali, dikenal dengan hutan mistis yang dihuni oleh ratusan monyet jinak.
Namun, di balik ketenangan hutan ini, tersimpan sejarah yang erat kaitannya dengan Kerajaan Mengwi dan misteri yang menarik untuk diungkap.
Hutan Pala Sangeh menjadi rumah bagi beberapa pura penting, seperti Pura Melanting, Pura Tirta, Pura Anyar, dan yang terbesar adalah Pura Bukit Sari.
Berdasarkan catatan sejarah, seprti dikutip dari website Desa Sangeh, Pura Bukit Sari memiliki hubungan kuat dengan Kerajaan Mengwi dan didirikan oleh Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti, anak angkat Raja Mengwi, Cokorda Sakti Blambangan.
Menurut legenda, Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti mendapatkan ilham saat melakukan tapa Rare, sebuah meditasi seperti bayi, untuk membangun Pelinggih di hutan Pala Sangeh.
Pelinggih ini kini dikenal sebagai Pura Bukit Sari, yang berdiri megah di tengah hutan yang penuh misteri.
Nama "Sangeh" sendiri diyakini berasal dari dua kata, “Sang” yang berarti orang, dan “Ngeh” yang berarti melihat, merujuk pada legenda kayu Pala yang berhenti di tempat ini karena terlihat oleh seseorang.
Hingga kini, hutan homogen seluas 10 hektar ini dipenuhi oleh pohon Pala (Dipterocarpus trinervis) yang telah berumur ratusan tahun.
Selain itu, kawasan ini juga dihuni oleh sekitar 600 ekor kera abu ekor panjang (Macaca fascicularis), yang dianggap sebagai jelmaan prajurit suci.
Masyarakat sekitar percaya bahwa kera-kera ini membawa berkah, sehingga keberadaan mereka dijaga dengan penuh rasa hormat.
Di dalam kelompok kera tersebut, terdapat dinamika sosial yang unik.
Mereka terbagi menjadi tiga kelompok atau Banjar, yaitu Banjar Timur, Banjar Tengah, dan Banjar Barat, masing-masing dipimpin oleh pejantan yang bersaing untuk menjadi Raja.
Bagi yang tertarik untuk mengunjungi Sangeh, perlu diingat bahwa ada larangan khusus bagi wanita yang sedang haid atau orang yang baru kehilangan anggota keluarga.
Hal ini dilakukan demi menjaga kesakralan pura yang sangat dihormati oleh masyarakat setempat.
Desa Sangeh tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga cerita-cerita penuh misteri yang mengundang rasa ingin tahu. ***
Editor : I Putu Suyatra