Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Desa Gelgel, yang Namanya Sering Disebut dalam Sejarah Desa Lain di Bali: Ada Masjid Tertua, Pusat Kerajaan Bali yang Kini Jadi Sebuah Desa

I Putu Suyatra • Kamis, 5 September 2024 | 00:04 WIB
Desa Gelgel di Klungkung, Bali.
Desa Gelgel di Klungkung, Bali.

BALIEXPRESS.ID - Terletak hanya 4 km di selatan Semarapura, Kabupaten Klungkung, Desa Gelgel menyimpan jejak sejarah yang menggetarkan.

Pernah menjadi pusat Kerajaan Bali yang berkuasa pada awal abad ke-16 hingga 1686, desa ini kini menyimpan cerita tentang kejayaan masa lalu dan warisan budaya yang masih hidup hingga hari ini.

Pusat Kekuasaan yang Hilang

Meskipun Puri Kerajaan Bali di Gelgel sudah tidak tersisa, jejak kejayaan masa lalu masih dapat ditemukan di Pura Jero Agung, tempat ibadah peninggalan Kerajaan Bali yang berdiri di atas bekas istananya.

Tidak jauh dari sana, Pura Dasar, pura tua yang menjadi bagian dari "pura induk" Bali, Pura Besakih, masih tegak berdiri.

Yang menarik, di tengah kejayaan Hindu Bali, sebuah masjid tertua di Bali juga berdiri di Gelgel, didirikan oleh punggawa Jawa yang melayani raja-raja Bali.

Sejarah Gelgel: Dari Dinasti hingga Kejatuhan

Kisah Gelgel dimulai dari penaklukan Bali oleh Majapahit.

Berdasarkan Babad Dalem, teks kronik abad ke-18, Gelgel menjadi pusat kekuasaan baru setelah Samprangan, yang awalnya ditunjuk sebagai dinasti bawahan oleh Majapahit, gagal mempertahankan kekuasaannya.

Dalem Ketut, yang diangkat sebagai raja Gelgel, menjadi pewaris budaya Hindu-Jawa setelah Majapahit runtuh.

Di bawah pemerintahan Dalem Baturenggong pada abad ke-16, Gelgel mencapai masa keemasan, dengan kekuasaan yang meluas hingga Lombok, Sumbawa Barat, dan Blambangan di Jawa Timur.

Namun, kejayaan ini tak bertahan lama. Pemberontakan dan kekalahan militer menandai akhir dari masa keemasan, hingga akhirnya kerajaan ini runtuh di pertengahan abad ke-17.

Pertempuran dan Kejatuhan Gelgel

Pertempuran internal dan ancaman dari kerajaan laut Makassar serta Mataram mengikis kekuatan Gelgel.

Pada 1686, Gelgel akhirnya jatuh setelah Anglurah Agung Maruti dikalahkan oleh Dewa Agung Jambe, yang kemudian mendirikan kerajaan baru di Klungkung.

Gelgel berubah menjadi desa yang dikelola oleh cabang sampingan dari dinasti Dewa Agung.

Gelgel di Era Kolonial

Saat Belanda menginjakkan kaki di Bali pada akhir abad ke-16, mereka menjalin hubungan dengan penguasa Gelgel.

Namun, dengan perpindahan pusat kekuasaan ke Klungkung, Gelgel perlahan memudar dari peta politik Bali.

Situasi ini bertahan hingga kolonialisme Belanda mengambil alih Bali sepenuhnya antara tahun 1849 hingga 1908, yang diakhiri dengan tragedi puputan di Istana Klungkung.

Warisan yang Masih Hidup

Kini, Gelgel dikenal sebagai desa yang kaya akan warisan budaya, termasuk kain songket yang digunakan dalam upacara-upacara tradisional.

Sejarah panjangnya yang penuh lika-liku dari pusat kekuasaan hingga desa kecil membuat Gelgel menjadi salah satu saksi bisu dari kejayaan dan kejatuhan Bali di masa lalu. *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #sejarah #klungkung #masjid #kerajaan #gelgel #majapahit