BALIEXPRESS.ID - Di balik pesona Desa Pakraman Ngis yang terletak di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali, tersimpan kisah epik yang memikat dan penuh misteri.
Berdasarkan awig-awig yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, perjalanan sejarah desa ini dimulai jauh sebelum tahun Çaka 1068, ketika kawasan ini masih berupa hutan belantara.
Penemuan dan Pendirian Desa: Kisah Awal yang Memikat
Sekitar tahun Çaka 1068, Dalem Gelgel mengirimkan I Made Pasek Mas Keturunan Ki Pasek Agung Gelgel untuk mencari tempat tinggal baru.
Dengan 40 pengikut, I Made Pasek Mas meninggalkan Negara Swecapura (Gelgel) dan bergerak menuju timur laut.
Mereka singgah di desa Pekarangan, kemudian melanjutkan perjalanan ke utara hingga menemukan sungai yang dikelilingi oleh tumbuhan sembung, dinamakan Tukad Sembung.
Menemukan Mata Air dan Tempat Suci
Perjalanan I Made Pasek Mas berlanjut ke hutan lebat yang dikenal sebagai Alas Nges.
Dari sini, nama Desa Ngis mulai dikenal. Dalam perjalanan, mereka menemukan mata air jernih di daerah Yehinem yang berarti "air minum".
Penemuan ini sangat berharga bagi rombongan yang kehausan.
Mereka juga menemukan sumur, yang kemudian dinamai Pura Sumuh, tempat pemujaan yang masih ada hingga kini.
Penjelajahan dan Penetapan Batas Wilayah
Melanjutkan perjalanan, mereka tiba di batas Desa Tenganan dan menetapkan beberapa titik batas penting seperti Batu Ngandang dan Batu Gede.
Di sekitar Batu Gede, mereka menemukan hutan pohon ubi yang melimpah, yang memberi mereka makanan. Tempat ini kemudian dinamakan Pura Biaung.
Kemenangan dan Pembangunan Desa
Saat sampai di lereng bukit, I Made Pasek Mas merasa puas melihat hasil kerja kerasnya dalam merabas hutan.
Bukit ini kemudian dinamai Bukit Umbal. Dengan keberhasilan ini, mereka mendirikan tempat suci Pucak Sari dan mulai merencanakan perumahan dan pengaturan tanah.
Pembagian Tanah dan Pengaturan Adat
Desa Pakraman Ngis dibentuk dengan 55 orang sebagai pengarep ayah, yang masing-masing diberi lima cutak tanah.
Tanah ini tidak boleh dijual, hanya bisa digadaikan untuk keperluan yadnya. Aturan adat seperti urunan dan pertemuan bulanan pada Purnama nemu kajeng diterapkan untuk menjaga keharmonisan.
Sejarah yang Terabadikan
Dari hutan belantara hingga menjadi pusat adat yang makmur, Desa Pakraman Ngis memiliki perjalanan sejarah yang penuh makna.
Nama Ngis sendiri diambil dari Alas Nges, dan sejarah desa ini mencerminkan perjuangan dan ketahanan para pendahulu yang membentuk komunitas yang ada sekarang.
Kisah ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah Bali, tetapi juga menginspirasi dan memberikan wawasan tentang bagaimana sebuah komunitas dapat berkembang dari kondisi yang sangat sederhana menjadi pusat adat yang dihormati. ***
Editor : I Putu Suyatra