BALIEXPRESS.ID - Nama Ni Luh Puspa tiba-tiba menjadi sorotan setelah mendapat kepercayaan dari Presiden terpilih, Prabowo Subianto, sebagai Wakil Menteri Pariwisata.
Kejutan besar ini membuat banyak pihak terhenyak, mengingat sebelumnya tidak ada kabar bahwa presenter Kompas TV ini masuk dalam radar calon wakil menteri.
Ni Luh Puspa, yang berasal dari Desa Selat, Buleleng, Bali, secara khusus ditugaskan untuk menangani masalah over capacity di Bali Selatan.
Meski tak dipanggil saat Prabowo mengundang para calon menteri dan wakil menteri pada Rabu (16/10/2024), keesokan harinya, Kamis (17/10/2024), ia terlihat menghadiri pembekalan di Hambalang bersama calon wakil menteri lainnya.
Kisah hidup Ni Luh Puspa cukup inspiratif. Lahir dari keluarga sederhana di pelosok Desa Selat, Kecamatan Sukasada, ia tumbuh dalam keterbatasan.
Desa Selat, yang terletak di perbukitan Bali Utara, pada masa kecil Ni Luh bahkan belum memiliki akses jalan, listrik, atau air bersih.
"Di sini baru ada listrik pada tahun 2012, dan jalan baru dibangun pada 2013," ungkap sang ayah, Ketut Sulastra alias Jro Sutana, mengisahkan kehidupan keluarganya.
Meski hidup dalam keterbatasan, Ni Luh tetap gigih menempuh pendidikan.
Setelah sempat tinggal di Sulawesi bersama orang tuanya yang mengikuti program menanam karet, keluarganya akhirnya kembali ke Bali setelah program tersebut gagal.
Ni Luh kemudian diasuh oleh kakek dan neneknya di Desa Selat, dan menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 5 Selat.
Perjalanan menuju sekolahnya pun tidak mudah, ia harus melintasi sungai-sungai mati dan mendaki bukit setiap hari.
Saat SMP, Ni Luh kembali merantau ke Makassar bersama orang tuanya yang sudah menetap dan bekerja di sana.
Ia melanjutkan pendidikannya hingga ke Universitas Hasanuddin, kemudian memulai kariernya sebagai presenter di iNews Makassar, sebelum akhirnya bergabung dengan Kompas TV dan bekerja di Jakarta.
Pengangkatan Ni Luh sebagai Wakil Menteri Pariwisata ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarganya, tetapi juga bagi Desa Selat.
Sang ayah mengaku terkejut mendengar kabar ini, terlebih mengingat bahwa nama yang sebelumnya diusulkan oleh Gerindra Bali adalah Ida Bagus Mantra.
Namun, ia percaya bahwa Prabowo Subianto melihat potensi besar dalam diri putrinya, terutama dalam mengurus sektor pariwisata.
“Anak saya ini orang Bali asli. Lahir di Bali, mungkin Pak Prabowo ingin menunjuk orang Bali, Hindu, yang bisa memahami Bali,” ujarnya dengan bangga.
Penunjukan Ni Luh Puspa sebagai wakil menteri diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Bali, terutama Desa Selat yang selama ini dianggap terbelakang.
“Kami ini orang kecil, orang desa. Dengan ditunjuknya Ni Luh, semoga desa kami tidak lagi dianggap sebagai desa gagal,” harap Jro Sutana.
Apakah Ni Luh Puspa akan berhasil menjalankan tugas barunya dengan baik dan membawa dampak besar bagi pariwisata Bali? Publik menanti aksinya di panggung nasional! ***