BALIEXPRESS.ID - Langkah tak terduga diambil oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto dengan menunjuk Ni Luh Puspa, seorang presenter sekaligus produser acara di Kompas TV, sebagai calon Wakil Menteri Pariwisata.
Wanita asal Buleleng, Bali ini, yang selama ini dikenal lewat program “Ni Luh” di Kompas TV, tampak menghadiri pembekalan di kediaman Prabowo di Hambalang pada Kamis (18/10/2024), dengan mengenakan busana batik sederhana namun anggun.
Ni Luh, yang selama ini terbiasa meliput berita-berita investigasi dan isu korupsi, tiba-tiba menjadi sorotan nasional setelah ditunjuk oleh Prabowo untuk posisi strategis ini.
Penunjukan ini memicu rasa penasaran publik, terlebih karena Ni Luh tidak hadir dalam pertemuan para calon menteri pada Rabu (16/10/2024), melainkan masih berada di studio Kompas TV membawakan siaran langsung.
Perjalanan Hidup dari Desa ke Ibukota
Ni Luh Puspa bukanlah sosok yang asing bagi penonton televisi. Wanita yang berasal dari Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Sukasada, ini tumbuh dari keluarga sederhana.
Pada usia tiga bulan, ia sempat merantau bersama keluarganya ke Mamuju, Sulawesi untuk berkebun karet.
Namun, ketika usaha keluarganya gagal, Ni Luh kembali ke Buleleng dan dibesarkan oleh kakek neneknya, sementara orang tuanya tetap bertahan di Sulawesi.
Perjuangannya tak berhenti di situ. Beranjak dewasa, Ni Luh memutuskan melanjutkan pendidikan di Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar.
Karirnya dimulai di iNews Makassar sebelum akhirnya pindah ke Kompas TV Makassar dan terus melangkah hingga ke pusat di Jakarta pada 2015.
Insiden Kecelakaan Ajaib
Kisah dramatis dalam hidup Ni Luh tak hanya datang dari karirnya. Ayahnya, Jro Sutana, mengungkapkan bahwa putrinya pernah mengalami kecelakaan misterius saat pulang kampung ke Buleleng.
Dalam perjalanan menggunakan mobil matic di jalur Wanagiri-Selat yang terkenal curam, rem mobilnya tiba-tiba blong.
Namun, secara ajaib mobil tersebut berbalik arah, dari jalur turun menjadi menghadap jalur tanjakan. Ni Luh pun pingsan, tetapi selamat tanpa cedera.
"Saya percaya itu adalah anugerah dari Ida Bhatara," ungkap Jro Sutana, yang yakin peristiwa tersebut menjadi tanda bahwa putrinya memiliki jalan yang besar dalam hidupnya.
Nama Asli Terungkap
Tak banyak yang tahu bahwa nama asli Ni Luh Puspa sebenarnya adalah Ni Luh Enik Ermawati.
Nama "Puspa" muncul ketika ia bekerja di Kompas TV dan lebih sering dipanggil dengan nama tersebut.
Menurut Jro Sutana, perubahan nama tersebut awalnya dilakukan saat keluarganya merantau untuk menghindari hal-hal negatif secara spiritual.
Dukungan Keluarga dan Harapan Masa Depan
Kini, dengan penunjukan sebagai wakil menteri, keluarga Ni Luh di Buleleng telah menyiapkan serangkaian acara untuk menyambut kepulangannya.
Mereka akan mengajaknya bersembahyang di Pura Pemulungan Agung Desa Selat serta di merajan kawitan di Kintamani, memohon restu agar perjalanan karir Ni Luh di dunia politik berjalan lancar.
Penunjukan Ni Luh Puspa sebagai wakil menteri tak hanya menjadi kejutan bagi dunia politik, tetapi juga menjadi inspirasi bagi masyarakat Bali.
Dengan latar belakang sederhana dan perjalanan hidup yang penuh liku, Ni Luh kini siap mengemban tanggung jawab besar di kabinet Prabowo. ***