Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari Dapur Berantakan ke Cita Rasa Bintang Lima, Kisah Inspiratif di Balik Piduh Charity Cafe

I Wayan Ananda Mustika Putra • Selasa, 12 November 2024 | 02:07 WIB
 
UNIK : Piduh Charity Cafe, sebuah inisiatif unik di Desa Bedulu, Gianyar.
UNIK : Piduh Charity Cafe, sebuah inisiatif unik di Desa Bedulu, Gianyar.
 
BALIEXPRESS.ID - Siapa sangka, dari dapur yang sempat riuh oleh suara blender berantakan dan wajan yang meluber, kini lahir sebuah kafe yang menyajikan cita rasa bintang lima.
 
 
Piduh Charity Cafe, sebuah inisiatif unik di Desa Bedulu, Gianyar, telah berhasil membuktikan bahwa semangat dan kemampuan tidak mengenal batas, bahkan bagi mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
 
Kafe yang berlokasi di Jalan Yeh Pulu ini menjadi rumah bagi sembilan individu dengan berbagai jenis disabilitas, seperti down syndrome, autis, dan keterbelakangan mental. Dengan kesabaran dan pelatihan intensif, mereka berhasil menguasai berbagai keterampilan, mulai dari memasak hingga melayani pelanggan.
 

“Awalnya, kami sempat putus asa melihat mereka kesulitan mengoperasikan alat dapur. Tapi, melihat semangat mereka untuk terus belajar, kami semakin termotivasi untuk membantu,” ujar Ni Kadek Suartini, manajer Piduh Charity Cafe.

Piduh Charity Cafe bukan hanya sekadar tempat makan. Di balik setiap sajian lezat yang disajikan, tersimpan kisah perjuangan dan semangat pantang menyerah. Kafe ini menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan yang tepat, individu dengan kebutuhan khusus mampu berkontribusi secara aktif dalam masyarakat.
 

“Saya merasa sangat senang bisa bekerja di sini. Saya belajar banyak hal baru dan merasa lebih percaya diri,” ungkap Dela, salah satu koki muda di Piduh Charity Cafe, dengan senyum lebar.

Selain memberikan pelatihan keterampilan, Piduh Charity Cafe juga bertujuan untuk meningkatkan kemandirian para pekerja. Dengan bekerja di kafe, mereka tidak hanya mendapatkan penghasilan, tetapi juga kesempatan untuk berinteraksi dengan orang lain dan membangun kepercayaan diri.
 

“Kami ingin memberikan mereka kesempatan untuk membuktikan bahwa mereka bisa mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat,” tambah Suartini.

Keberadaan Piduh Charity Cafe mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk menikmati hidangan lezat, tetapi juga untuk mendukung usaha sosial ini.

“Saya sangat terkesan dengan semangat para pekerja di sini. Makanan yang disajikan juga sangat enak,” ujar Made, seorang pengunjung setia kafe.
 

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman kuliner yang unik sambil mendukung usaha sosial, Piduh Charity Cafe adalah pilihan yang tepat. Kafe ini buka setiap hari Senin hingga Jumat, mulai pukul 10.00 WITA hingga 15.00 WITA. (*) 
Editor : I Dewa Gede Rastana
#difabel #gianyar #dapur #hidangan lezat #kafe #Piduh charity cafe