Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalan Gajah Mada Tabanan: Pusat Sejarah dan Peradaban Warga Tionghoa Sejak 1900-an

IGA Kusuma Yoni • Sabtu, 25 Januari 2025 | 03:33 WIB
Salah satu toko kelontong di jalan Gajah Mada Tabanan, Bali, yang sudah ada sejak jaman dahulu.
Salah satu toko kelontong di jalan Gajah Mada Tabanan, Bali, yang sudah ada sejak jaman dahulu.

BALIEXPRESS.ID – Jalan Gajah Mada di Tabanan, Bali bukan sekadar pusat perekonomian. Di balik hiruk-pikuk aktivitas perdagangan, jalan ini menyimpan sejarah panjang sebagai cikal bakal peradaban dan komunitas warga Tionghoa di Kabupaten Tabanan sejak lebih dari empat generasi lalu.

Ketua Yayasan Kertayasa Tabanan, Liem Surya Adinata, mengungkapkan bahwa Jalan Gajah Mada menjadi tempat awal warga Tionghoa menetap dan membangun kehidupan mereka di Tabanan pada awal 1900-an.

“Dari cerita para tetua, kedatangan warga Tionghoa ke Tabanan sebagian besar dimulai dari Jalan Gajah Mada ini. Mereka datang untuk berdagang dan mencari penghidupan,” ujarnya pada Jumat (24/1).

Pusat Perdagangan dan Budaya Sejak Zaman Dulu

Menurut Liem Surya, warga Tionghoa yang berdagang di Jalan Gajah Mada awalnya datang dari berbagai daerah di Bali, seperti Klungkung, Singaraja, dan Denpasar.

Mereka membawa barang dagangan beragam, dengan fokus utama pada obat-obatan herbal tradisional (obat China) dan peralatan rumah tangga yang menjadi ciri khas toko kelontong milik mereka.

Tidak hanya berdagang, banyak warga Tionghoa saat itu menetap di sekitar Jalan Gajah Mada dengan membuka toko-toko yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal.

Hal ini menjadikan Jalan Gajah Mada pusat aktivitas komunitas Tionghoa, termasuk tradisi dan budaya khas mereka.

Tradisi dan Perayaan Masih Hidup Hingga Kini

Seiring waktu, tradisi warga Tionghoa tetap hidup di sekitar Jalan Gajah Mada.

Salah satu pusat perayaan keagamaan mereka adalah Kongco Bio Vihara Dharma Cattra Tabanan, yang menjadi tempat persembahyangan sejak dulu.

Di sini, berbagai perayaan seperti Imlek dan tradisi keagamaan lainnya digelar, mempererat hubungan komunitas Tionghoa dengan akar budaya mereka.

“Kami masih melaksanakan perayaan tradisi di Kongco Bio Vihara Dharma Cattra hingga kini, karena Jalan Gajah Mada adalah bagian penting dari sejarah keberadaan kami di Tabanan,” tutur Liem Surya.

Dari Tradisional ke Modern

Meski zaman telah berubah, semangat berdagang warga Tionghoa di Jalan Gajah Mada tetap bertahan.

Kini, generasi muda mereka mengambil alih pengelolaan bisnis, mengadaptasi model perdagangan yang lebih modern.

“Usaha perdagangan di Jalan Gajah Mada masih aktif hingga kini, meskipun banyak yang sudah dikelola oleh generasi muda,” tambah Liem Surya.

Jalan Gajah Mada: Napas Peradaban Warga Tionghoa Tabanan

Jalan Gajah Mada bukan hanya saksi sejarah, tetapi juga simbol keberlanjutan budaya dan ekonomi warga Tionghoa di Tabanan.

Keberadaan jalan ini menjadi bukti bagaimana sebuah komunitas dapat bertahan, berkembang, dan tetap menjaga tradisi mereka di tengah modernisasi.

Apakah Anda pernah berjalan-jalan di Jalan Gajah Mada Tabanan? Temukan kisah sejarahnya yang masih terasa hidup hingga sekarang! *** 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #tionghoa #jalan gajah mada #sejarah #tabanan