BALIEXPRESS.ID - Hobi motoran atau yang kini terkenal dengan Sunmori umumnya disukai kaum pria.
Namun berbeda dengan Ketut Anik Trisnayanti seorang lady biker yang doyan touring.
Ternyata dirinya pun lebih cinta terhadap motor ketimbang sang pacar.
Baca Juga: Sosok Lady Biker di Denpasar Love Modification, Putri Baru Pertama Tampil dengan Konsep Airbrush
Anik Trisnayanti merupakan, seorang wanita asal Desa Sari Mekar, Kabupaten Buleleng.
Anik kini berusia 23 tahun, hobi Sunmori ini pun telah digeluti sejak empat bulan lalu.
“Paling sering sunmori ke Kintamani, Pelaga, dan Danau Buyan,” ucap perempuan dengan zodiak pisces tersebut.
Baca Juga: Persaingan Ketat, Dewan Juri Denpasar Love Modification Harus Bekerja Extra
Anik mengaku, dirinya sunmori bukan untuk ugal-ugalan di jalan.
Melainkan tetap mengutamakan keselamatan dan kenyamanan bagi pengendara lain.
Sebagai lady biker, Anik tergabung dalam komunitas Sixteen Bali.
Baca Juga: Fantastis! Ketut Garage Modifikasi Aerox Seharga Xpander
“Rencananya tanggal 16 Februari ini sunmori lagi. Rutenya ke Savana Tianyar, di Karangasem,” ungkap dara manis yang kini tinggal di Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi.
Saat berkendara ia menggunakan Yamaha Nmax, yang sempat dimodifikasi.
Hanya saja ia sempat dilarang oleh orang tua untuk menjadi modifikator.
Sehingga hobi motornya tetap dijalankan dengan sunmori.
Saat ditanya lebih cinta motor atau pacar, Anik menjawab dengan tegas lebih menyayangi motornya.
“Kalau motor bisa menghasilkan uang untuk kerja, kalau pacar tidak, lebih sering keluar uang,” celetuknya sambil tertawa.
Sebagai lady biker, Anik ternyata memiliki kisah kelam.
Sebab saat duduk di kelas XI SMAN 1 Sukasada ia mengelami kecelakaan parah.
Bahkan harus istirahat di rumah selama sebulan.
Ini karnea dirinya sempat tidak sadar dan harus dirawat di rumah sakit selama lima hari.
“Dari sana Anik selalu berhati-hati saat sunmori. Gara-gara tabrakan Anik juga sampai harus pakai kacamata minus,” tutur pemilik akun Tiktok @anik_trisna.
Meski demikian, dirinya selalu senang dapat berkendara dengan rekan satu tim.
Selain dapat liburan juga menambah teman se-frekuensi.
Bahkan banyak tawaran menjadi model foto dan video, meski banyak yang jahil dan memaksa.
“Senangnya ya itu, terus sering ditawari jadi model. Kalau pakaian menyesuaikan, Anik terima. Kalau terlalu terlalu terbuka mohon maaf Anik tidak terima,” imbuhnya (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga