BALIEXPRESS.ID – I Nengah Ary Priadnya, sosok Ketua Komisi II DPRD Klungkung, yang dikenal dengan kepeduliannya terhadap masyarakat, memiliki perjalanan panjang dalam karier politik, usaha, dan pengabdian sosial.
Lahir pada 21 April 1976, ia menempuh pendidikan di SDN 1 Pesinggahan (lulus 1989), SMPN 1 Dawan (lulus 1992), SMA Negeri 1 Dawan (lulus 1995), hingga meraih gelar Sarjana di Institut Teknologi Nasional Malang pada tahun 2000.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, ia merintis karier di bidang kontraktor dengan menjadi staf CV Kaliunda pada 2000-2001. Kemudian, ia mendirikan dan menjabat sebagai Direktur CV Pegasus Kontraktor dari 2002 hingga 2019. Selain itu, ia juga memiliki Bengkel Mobil Karya Berlian (2002-2014).
Kariernya di dunia politik dimulai sejak menjadi pengurus Ranting PDI Perjuangan Desa Pesinggahan pada 1999-2009. Ia kemudian dipercaya sebagai pengurus PAC PDI Perjuangan Kecamatan Dawan sejak 2009 hingga sekarang, dan sejak 2019 menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Dawan.
Pada periode 2019-2024, ia terpilih sebagai Anggota DPRD Klungkung, dan saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Klungkung. Selain di pemerintahan, ia juga mengemban amanah sebagai Kelian Banjar Adat Kanginan, Desa Pesinggahan, sejak 2013 hingga sekarang.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat, ia mengaku memiliki kepuasan tersendiri saat bisa memfasilitasi masyarakat dalam menyelesaikan berbagai permasalahan sosial yang belum tersentuh oleh pemerintah. Namun, ia juga merasakan tantangan besar, terutama ketika harus turun langsung ke lapangan tanpa mengenal waktu demi membantu masyarakat di daerah rawan.
“Tetapi saya sadar tidak semua hal bisa saya bantu karena keterbatasan dana. Namun, saya ingin tetap berkontribusi dalam membangun Klungkung dengan kemampuan dan pemikiran yang saya miliki,” ungkap suami dari Santi Herawati tersebut.
Dukungan keluarga menjadi salah satu faktor utama dalam perjalanannya di dunia politik. Ia didampingi oleh sang istri, Santi Herawati, serta ketiga anaknya, yakni Putu Angga Candra Pratama, Ni Kadek Berliana Sainstsya, dan Ni Komang Intania Natawijaya.
Ketertarikannya terhadap PDIP juga dipengaruhi oleh ajaran ideologi Bung Karno yang diperkenalkan oleh kakeknya. Baginya, nilai-nilai perjuangan yang diperjuangkan Bung Karno, terutama dalam hal kesejahteraan rakyat kecil, menjadi landasan kuat dalam menjalankan tugas politiknya.
“Dari dulu saya mendengar cerita tentang ideologi Bung Karno yang memperjuangkan hak-hak rakyat kecil. Itu menjadi inspirasi saya untuk terus berjuang di PDI Perjuangan,” tutur pria asal Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan, Klungkung tersebut.
Dengan rekam jejak yang panjang dan dedikasi tinggi, ia terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Klungkung, terutama dalam bidang sosial dan pembangunan daerah. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana