BALIEXPRESS.ID - Di balik pesona sawah yang hijau di Desa Batubulan, Sukawati, Gianyar, tersembunyi sebuah destinasi wisata unik yang memadukan budaya, olahraga, dan kesehatan alami. Adalah Putu Witsen, sang pendiri Mepantigan Bali, yang percaya bahwa lumpur sawah bukan hanya sekadar media bercocok tanam, melainkan sumber energi positif bagi tubuh manusia.
"Lumpur sawah yang kaya mineral bisa membantu menjaga kesehatan kulit dan merilekskan tubuh. Karena itu, kami mengajak wisatawan tidak hanya berendam, tapi juga bergulat di lumpur sebagai bagian dari atraksi," ungkap Putu Witsen.
Menariknya, atraksi gulat lumpur ini bukan sekadar permainan, melainkan aktivitas yang bisa menguatkan otot, meningkatkan kelincahan, dan mengembalikan keseimbangan energi tubuh.
Tidak heran jika wisatawan lokal maupun mancanegara, termasuk selebritas dunia seperti Kim Kardashian, pernah merasakan sensasi unik ini.
Bahkan, mantan ibu negara RI, Dewi Soekarno, juga pernah mengunjungi destinasi ini untuk menyaksikan langsung keseruannya.
Namun, siapa sebenarnya sosok di balik lahirnya Mepantigan Bali?
Perjalanan Putu Witsen: Dari Taekwondo ke Wisata Gulat Lumpur
Lahir di Jakarta pada 25 Desember 1970, Putu Witsen adalah mantan atlet taekwondo pemegang sabuk hitam internasional.
Setelah menyelesaikan pendidikan di Jakarta, ia kembali ke Bali dan mendirikan kursus taekwondo yang berkembang pesat.
Kecintaannya pada olahraga dan budaya lokal kemudian mendorongnya untuk menciptakan format wisata yang memadukan seni bela diri dengan kearifan lokal.
Pada tahun 2002, ia merancang atraksi Mepantigan, yang berarti 'bergulat' dalam bahasa Bali.
Ia memilih lahan persawahan sebagai lokasi utama karena sawah diyakini sebagai simbol penyatuan dua energi alam: energi feminin (lumpur) dan energi maskulin (air).
"Saya ingin wisatawan merasakan koneksi dengan alam secara langsung, sambil menikmati keseruan bertarung di lumpur yang menyegarkan," jelasnya.
Kini, Mepantigan Bali menjadi salah satu daya tarik wisata yang tak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga memperkenalkan filosofi kehidupan masyarakat Bali yang erat dengan alam.
Destinasi ini telah menjadi saksi bisu berbagai momen seru wisatawan yang ingin mencoba sesuatu yang benar-benar berbeda dan berkesan.
Jadi, berani mencoba sensasi gulat lumpur yang bikin ketagihan? Siapkan diri Anda untuk menyelami tradisi unik Bali yang tak terlupakan hanya di Mepantigan Bali! ***
Editor : I Putu Suyatra