BALIEXPRESS.ID - Desa Sibang Kaja, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali, mencatat sejarah baru ketika Ni Nyoman Rai Sudani menjadi Perbekel perempuan pertama yang memimpin desa tersebut.
Wanita kelahiran 28 Oktober 1960 ini berhasil merebut hati masyarakat dan terpilih selama dua periode, sejak tahun 2013 hingga kini, berkat dedikasinya yang luar biasa sebagai praktisi kesehatan.
Dari Bidan Desa ke Pemimpin Inspiratif
Sebelum menjabat sebagai Perbekel, Rai Sudani mengabdi sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Abiansemal III, menjabat sebagai Koordinator Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).
Melalui pengalamannya, ia menyadari banyak lansia di desanya yang memiliki tanggal lahir seragam, yakni 31 Desember.
Momen ini menginspirasinya untuk menggelar perayaan ulang tahun massal khusus lansia, sebuah tradisi yang jarang ditemukan di Bali.
“Saya ingin para lansia merasakan kebahagiaan merayakan ulang tahun. Dari sana, saya mulai menginisiasi HUT Lansia se-Desa Sibang Kaja,” ujar Rai Sudani.
Program Kesehatan yang Mengubah Desa
Tak berhenti di sana, Rai Sudani juga memperkenalkan program senam lansia yang ia pelajari secara otodidak.
Awalnya, ia melatih langsung para lansia di tujuh banjar, namun kemudian mengembangkan kader posyandu sebagai instruktur.
Upaya ini disambut antusias warga dan mempererat hubungan antar-generasi.
Dukungan Mengalir, Rai Sudani Melaju ke Pilkel 2013
Kepeduliannya terhadap warga lanjut usia menjadi magnet dukungan saat Pemilihan Perbekel 2013.
Meski masih aktif di Dinas Kesehatan Badung dan baru pensiun tahun 2016, ia memutuskan maju setelah berkonsultasi dengan keluarga dan rekan kerja.
“Awalnya ragu karena masih aktif di dinas, tapi setelah mendapat dukungan penuh, saya mantapkan hati maju di Pilkel Sibang Kaja,” kenang wanita berusia 64 tahun ini.
Melanjutkan Kepemimpinan di Periode Kedua
Setelah sukses memimpin periode 2013-2019, Rai Sudani kembali terpilih dalam Pilkel Serentak 2021.
Dengan pengalamannya sebagai bidan sejak tahun 1982 di RSUD Wangaya, hingga bertugas sebagai Kasi KIA/KB Dinas Kesehatan Badung, ia terus mengembangkan program pro-rakyat yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
Pendidikan dan Dedikasi Tanpa Batas
Lulusan Diploma III Bidan ini melanjutkan studi ke Fakultas Hukum Universitas Dwijendra dan lulus pada tahun 2004.
Perpaduan keahlian medis dan wawasan hukum ini menjadi modal kuat baginya untuk memimpin dengan bijaksana.
Kini, Rai Sudani tak hanya menjadi simbol kekuatan perempuan, tetapi juga inspirasi nyata bahwa kepedulian dan aksi nyata dapat membawa perubahan besar bagi masyarakat.
Bagaimana kisahnya ke depan? Masyarakat Desa Sibang Kaja menunggu terobosan berikutnya dari sosok pemimpin yang tak kenal lelah ini! ***
Editor : I Putu Suyatra