BALIEXPRESS.ID - I Nyoman Kandel terpilih dua kali berturut-turut sebagai anggota DPRD Kabupaten Gianyar (periode 2019-2024 dan 2024-2029).
Politisi dari PDI Perjuangan ini mengaku tidak pernah menjadikan kursi dewan sebagai tujuan utama.
Baginya, yang terpenting adalah bekerja dan mengabdi bagi kepentingan rakyat melalui wadah partai.
Filosofi ini sudah tertanam dalam benaknya sejak pertama kali terjun ke dunia politik.
Saat maju dalam Pemilihan Legislatif 2019, Kandel mengaku tidak terlalu memikirkan hasil akhir.
Terpilih atau tidak menurutnya bukan yang utama, yang utama baginya adalah bekerja dan mengabdi bagi kepentingan rakyat yang diwujudkan dalam program-program partai.
Sebelum mantap berkarir di politik, Kandel sempat merasakan asam garam bekerja sebagai pegawai honor daerah (honda) di Pemkab Gianyar, tepatnya di seksi sosial.
Pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat dan memahami permasalahan sosial menjadi bekal berharga baginya.
Setelah terbentur kebijakan moratorium PNS dan tak masuk dalam skema pengangkatan K1 maupun K2, ia memutuskan untuk mengundurkan diri.
Titik balik dalam hidupnya terjadi pada tahun 2016. Ia ditarik untuk bergabung dengan PDIP Payangan dan dipercaya mengisi posisi wakil ketua PAC.
Keterlibatannya semakin mendalam ketika ia aktif dalam tim pemenangan paket AMAN (Agus Mahayastra – AA Gede Mayun) pada Pilkada Gianyar 2018.
Kemenangan paket yang diusung PDIP ini di Kecamatan Payangan, yang merupakan kampung halaman Bupati Agus Mahayastra, tak lepas dari kerja keras tim, termasuk Kandel.
Prestasi inilah yang kemudian membuka jalan baginya untuk maju sebagai calon legislatif. Ia direkomendasikan langsung oleh Bupati Agus Mahayastra untuk bertarung di dapil Gianyar 5 (Kecamatan Payangan).
Keberhasilannya terpilih dua kali menjadi anggota DPRD Gianyar menjadi bukti bahwa dedikasi dan fokus pada pengabdian, bukan sekadar mengejar kekuasaan, dapat membawa hasil yang positif.
Sorotan kini tertuju padanya menyusul insiden di sebuah restoran di Ubud, Kabupaten Gianyar.
Baca Juga: GEGER UBUD! Anggota DPRD Gianyar 'Diserbu' Belasan Pria Kekar di Warung, Ada Apa di Balik Layar?
Jumat (4/4) dia didatangi oleh belasan pria berbadan kekar. Beruntung berhasil diamankan oleh anggota Polsek Ubud. Insiden ini sendiri diduga masalah utang piutang.
Lalu seperti apa sebenarnya harta kekayaannya?
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2023 milik I Nyoman Kandel disampaikan pada 17 Januari 2024 dan telah dinyatakan lengkap secara administratif.
Terungkap aset Tanah dan Bangunan mendominasi dengan nilai mencapai Rp 2.410.000.000.
Berdasarkan laporan yang tertera, aset tanah seluas 9239 meter persegi yang berlokasi di Kabupaten Gianyar ini merupakan hasil dari usaha sendiri.
Baca Juga: Gedung Pasca Sarjana Resmi Dibangun, Peletakan Batu Pertama dilakukan Dirjen Bimas Hindu
Nilai fantastis aset tanah ini menjadi penyumbang terbesar dalam total harta kekayaan I Nyoman Kandel yang mencapai Rp 2.058.999.550 setelah dikurangi hutang.
Dalam laporan LHKPN periodik tahun 2023 tersebut, tidak tercatat adanya kepemilikan Alat Transportasi dan Mesin, Harta Bergerak Lainnya, maupun Surat Berharga atas nama I Nyoman Kandel.
Sementara itu, Kas dan Setara Kas yang dilaporkan berjumlah Rp 40.000.000. Tidak ada pula informasi mengenai Harta Lainnya.
Dengan total harta awal sebesar Rp 2.450.000.000 dan hutang sebesar Rp 391.000.450, laporan LHKPN ini memberikan gambaran sekilas mengenai kondisi finansial I Nyoman Kandel sebagai penyelenggara negara. ***
Editor : I Putu Suyatra