Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Fakta Mengejutkan: Indonesia Tempati Posisi Kedua Sugar Daddy Terbanyak di Asia, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

I Putu Suyatra • Minggu, 20 April 2025 | 02:59 WIB

Ilustrasi. Indonesia menempati posisi kedua di Asia dengan jumlah sugar daddy terbanyak, yakni mencapai 60.250 orang. (BOHEMIAN.COM)
Ilustrasi. Indonesia menempati posisi kedua di Asia dengan jumlah sugar daddy terbanyak, yakni mencapai 60.250 orang. (BOHEMIAN.COM)

BALIEXPRESS.ID – Sebuah fakta mengejutkan kembali menyeret nama Indonesia ke dalam sorotan publik. Dalam survei terbaru yang dirilis oleh platform kencan Seeking Arrangement, Indonesia menempati peringkat kedua sebagai negara dengan jumlah sugar daddy terbanyak di Asia, yakni mencapai 60.250 orang.

Angka ini bahkan melampaui negara-negara lain yang dikenal lebih liberal dalam urusan hubungan dewasa.

Lalu, apa yang sebenarnya memicu fenomena ini di Indonesia?

Baca Juga: Kronologi KDRT: “Ibu Jahat...” Teriakan Balita Ini Bongkar Aksi Keji Ibu Tiri yang Bikin Hati Tersayat

Di Balik Fenomena Sugar Daddy: Antara Gaya Hidup Instan dan Kesenjangan Sosial

Menurut keterangan resmi dari Seeking Arrangement, negara dengan jumlah sugar daddy tinggi biasanya memiliki biaya pendidikan yang mahal dan kesenjangan ekonomi yang tajam.

Kombinasi ini mendorong sebagian perempuan muda untuk menjalin hubungan dengan pria lebih tua demi kelangsungan finansial.

Fenomena ini tak hanya terjadi di Indonesia, namun juga di negara-negara berpenduduk besar lainnya seperti India (338.000 sugar daddy) dan Malaysia (42.500 sugar daddy).

Namun posisi Indonesia yang berada di peringkat kedua tertinggi se-Asia menandakan sesuatu yang lebih serius—pergeseran nilai dan pola pikir generasi muda.

Gaya Hidup Urban dan Aplikasi Kencan Jadi Katalisator

Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya menjadi titik panas fenomena ini.

Urbanisasi, tekanan gaya hidup modern, serta kemudahan akses melalui aplikasi dan situs kencan menjadikan hubungan sugar daddy–sugar baby makin marak dan "tersembunyi dalam terang".

Baca Juga: Nyoman Kenak : Semeton Pasek Harus Perkuat Berkolaborasi dan Inovasi

Menurut definisi Merriam-Webster, sugar daddy adalah pria dewasa kaya yang kerap memberikan dukungan materi kepada pasangan yang jauh lebih muda.

Dalam praktiknya, relasi ini kerap dianggap sebagai hubungan “saling menguntungkan”, namun banyak pula yang menilainya sebagai bentuk eksploitasi terselubung.

Mengapa Indonesia? Ini Faktor Pendorongnya

Beberapa faktor yang membuat angka sugar daddy di Indonesia sangat tinggi antara lain:

Baca Juga: Karya Ngenteg Linggih di Pura Pasek Punduk Dawa, Jadi Momentum Refleksi Nilai Mulat Sarira

Daftar Negara dengan Sugar Daddy Terbanyak di Asia:

  1. India – 338.000

  2. Indonesia – 60.250

  3. Malaysia – 42.500

  4. Jepang – 32.500

  5. Hong Kong – 28.600

  6. Taiwan – 27.300

  7. Vietnam – 12.000

  8. Korea Selatan – 7.000

  9. Sri Lanka – 5.000

  10. Kamboja – 3.500

Fenomena Sosial yang Tak Bisa Diabaikan

Kehidupan digital telah menciptakan gaya hidup baru, di mana ekspektasi tinggi dan keinginan hidup enak secara instan jadi prioritas.

Namun, posisi Indonesia sebagai negara dengan sugar daddy terbanyak bukanlah prestasi—ia menyimpan ironi dan tanda bahaya bagi masa depan generasi muda.

Fenomena ini pun memantik debat panas di media sosial, antara yang menganggapnya sebagai bentuk eksploitasi dan mereka yang melihatnya sebagai pilihan hidup.

Terlepas dari itu, pertanyaannya: Apakah ini cermin dari kondisi sosial kita yang sebenarnya? ***

Baca Juga: Sosok I Wayan Suparta: Dari Banjar Adat ke DPRD Karangasem, Perjalanan Panjang yang Membentuk Suparta

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#sugar daddy #asia #indonesia