Kisah Wayan Darmanta, Sang Pemimpin Dua Dekade Desa Adat Lebu: Lebih dari Semperempat Abad Jadi Klian Subak
I Wayan Adi Prabawa• Kamis, 8 Mei 2025 | 18:42 WIB
Wayan Darmanta, Bendesa Adat Lebu
BALIEXPRESS.ID - Di balik keindahan lanskap Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, tersembunyi kisah pengabdian seorang tokoh adat yang telah setia mengayomi masyarakatnya selama lebih dari dua dekade!
Dialah Wayan Darmanta, Bendesa Adat Lebu yang kini tengah menjalani periode keduanya memimpin desa adat tercintanya.
Bukan setahun dua tahun, Wayan Darmanta telah dipercaya sebagai Bendesa Adat Lebu sejak tahun 2014 silam.
Kepercayaan masyarakat tak luntur, bahkan semakin menguat hingga ia kembali terpilih untuk periode kedua pada tahun 2023.
"Satu periode itu 10 tahun. Masa jabatan saya menjadi Bendesa Adat Lebu sampai tahun 2033 nanti," ungkapnya, menyiratkan dedikasi tanpa akhir untuk tanah kelahirannya.
Selama mengemban amanah sebagai Bendesa Adat Lebu, Darmanta dikenal sebagai sosok pengayom yang ulung.
Ia tak hanya berhasil menjaga keharmonisan masyarakat, namun juga gigih mempertahankan dresta (adat dan tradisi) yang menjadi ruh Desa Adat Lebu.
Namun, tahukah Anda bahwa pengabdian Darmanta pada masyarakat adat telah berakar jauh sebelum ia menjabat sebagai bendesa?
Rupanya, pria ini telah mengabdi tanpa lelah sebagai klian subak (pemimpin organisasi pengairan sawah) selama periode yang luar biasa panjang!
"Saya menjadi klian subak dari tahun 1987 sampai 2014, sebelum dipercaya sebagai bendesa," bebernya, mengungkapkan lebih dari seperempat abad dirinya telah melayani masyarakat.
Hebatnya lagi, Darmanta ternyata telah mengemban tugas-tugas adat sejak dirinya masih aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Kabupaten Karangasem!
Purna tugas sejak beberapa tahun silam tak membuatnya berhenti berkontribusi. Hingga kini, kepercayaan masyarakat setempat padanya justru semakin menguat. ***